Ini Strategi Azerbaijan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman asal Azerbaijan menampilkan tarian Azerbaijan Dance saat mengikuti Festival Goyang Karawang Internasional di Karawang, Jawa Barat, Kamis 26 September 2019 malam. Festival tersebut diikuti oleh 15 negara dengan  menampilkan tarian dari masing-masing negara yang berlangsung hingga 29 September 2019. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    Seniman asal Azerbaijan menampilkan tarian Azerbaijan Dance saat mengikuti Festival Goyang Karawang Internasional di Karawang, Jawa Barat, Kamis 26 September 2019 malam. Festival tersebut diikuti oleh 15 negara dengan menampilkan tarian dari masing-masing negara yang berlangsung hingga 29 September 2019. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Bangkok - Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) menyambut Badan Pariwisata Negara Republik Azerbaijan sebagai anggota kategori pemerintah. Badan tersebut adalah otoritas eksekutif yang melaksanakan dan mengatur kebijakan negara di bidang pariwisata.

    “Badan Pariwisata Negara Republik Azerbaijan memahami pentingnya pertumbuhan dan pasar Asia Pasifik. Melalui berbagai kegiatan PATA, mereka dapat menikmati akses ke jaringan anggota kami yang luas serta penelitian mendalam untuk mengembangkan pariwisata secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata CEO PATA Mario Hardy.

    Hardy meminta anggota PATA lainnya untuk bekerja sama dengan Azerbaijan, untuk memanfaatkan peluang di negeri itu.

    Menanggapi bergabungnya Azerbaijan, Ketua Badan Pariwisata Negara Republik Azerbaijan, Fuad Naghiyev menegaskan, pihaknya ingin bekerja sama dengan entitas publik dan swasta di sektor pariwisata di kawasan Asia Pasifik. “Misi lembaga kami adalah berfokus pada strategi untuk menciptakan lingkungan yang mendorong pengembangan pariwisata di Azerbaijan melalui kerangka kerja holistik yang didukung oleh penelitian,” ujar Fuad.

    Badan Pariwisata Azerbaijan ingin menyatukan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kemitraan strategis, untuk membuat inovasi dan memberi pengalaman wisata yang unik. Visinya adalah untuk mengembangkan Azerbaijan sebagai tujuan wisata kelas dunia, menarik bagi wisatawan dan terbaik di wilayah Kaukasus Selatan.

    Flame Towers menjadi penanda Baku, ibu kota Azerbaijan. Foto: Fairmont Baku

    Azerbaijan terletak di sisi timur Transcaucasia (atau Kaukasus Selatan) di tepi Laut Kaspia. Secara historis merupakan bagian dari Jalan Sutera Besar dan terletak di persimpangan kepentingan geopolitik, ekonomi, dan budaya dari banyak negara dan peradaban.

    Azerbaijan sejak zaman kuno telah membangkitkan minat para pemikir, ilmuwan, pelancong, dan sejarawan yang hebat. Azerbaijan memiliki warisan sejarah dan budaya yang menakjubkan dengan lebih dari 7.500 monumen alam, arkeologi, arsitektur, dan sejarah. Gambar-gambar gua di mausoleum Gobustan, Momine-Khatun, dan Garabaghlar, Istana Sheki Khans, Menara Maiden, kastil-kastil Absheron, manuskrip abad pertengahan yang dihiasi dengan lukisan miniatur yang megah, permadani antik, dan karya sastra, seni, dan patung - semua ini hanyalah bagian kecil dari warisan negara yang kaya dan tak ternilai.

    Sebagai tujuan wisata, Azerbaijan menawarkan berbagai pengalaman perjalanan dan standar layanan yang terus meningkat. Dengan meningkatnya minat wisatawan, jumlah kamar di jaringan hotel lokal dan internasional terus meningkat. Selain hotel, wisatawan juga bisa menikmati alternatif penginapan yang unik: mulai dari tenda kafilah abad pertengahan hingga wisma tamu dan rumah pertanian.

    Selain banyak atraksi budaya dan alam, produk wisata baru sedang dikembangkan seperti wisata rute anggur, termasuk kunjungan ke kilang dan kebun anggur di seluruh negeri, serta kegiatan petualangan, hiking, dan wisata olahraga. Azerbaijan secara teratur menyelenggarakan acara-acara multi-olahraga internasional, termasuk Grand Prix Azerbaijan yang diadakan setiap tahun di Baku, ibu kota negeri itu.

    Flame Tower yang berarsitektur dengan inspirasi ldah api. Foto: @travelustbyus

    Nenek moyang Azerbaijan pada satu masa adalah para pemuja api. Warisan sejarah kuno negara itu tercermin dalam seni modern, budaya, dan bahkan arsitekturnya. Wujudnya terdapat pada Flame Towers, yang mewakili Azerbaijan kontemporer - negara baru yang ambisius, berkembang dan progresif, tetapi masih setia pada akar dan asal-usulnya.

    Permata arsitektur modern lainnya adalah Heydar Aliyev Center - pusat budaya di mana pengunjung dapat menikmati seni modern, belajar tentang sejarah dan budaya Azerbaijan melalui pameran permanen dan pertunjukan di aula konser yang luar biasa.

    Negara ini mudah diakses dengan lebih dari 40 penerbangan langsung darii Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. Negeri ini juga menawarkan visa-on-arrival yang baru, dengan prosedur visa elektronik baru yang disederhanakan. Visa dapat diperoleh dalam tiga hari. Sejak diperkenalkannya visa elektronik, jumlah wisatawan yang datang dari negara-negara Eropa juga meningkat.

    Pesona alam Azerbaijan yang tak banyak diketahui wisatawan dunia jadi unggulan negeri itu. Foto: @nicomammadovfan

    Azerbaijan telah menetapkan pandangannya untuk menggandakan jumlah wisatawan yang mengunjungi negara itu pada tahun 2023. Untuk mencapai hal tersebut, mereka meluncurkan kampanye ‘Take Another Look ’pada tahun 2018, yang mengundang para pelancong untuk datang untuk melihat selama ini yang belum banyak diketahui orang, mengenai Azerbaijan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.