Liburan Akhir Tahun, 2 Juta Wisatawan Singgahi Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Jumat, 7 Juni 2019. Pasar yang terletak di jantung Kota Yogyakarta itu merupakan salah satu destinasi wisata belanja yang banyak diminati oleh wisatawan untuk berburu oleh-oleh saat libur lebaran. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Pengunjung memadati Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Jumat, 7 Juni 2019. Pasar yang terletak di jantung Kota Yogyakarta itu merupakan salah satu destinasi wisata belanja yang banyak diminati oleh wisatawan untuk berburu oleh-oleh saat libur lebaran. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memperkirakan saat liburan akhir tahun baru, pada Natal dan Tahun Baru lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta bakal signifikan.

    “Prediksi kami selama masa libur Natal dan Tahun Baru ini akan ada sekitar 2 juta orang yang akan singgah atau hanya melintas di Yogyakarta,” ujar Haryadi di sela memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin di halaman GOR Among Rogo Jumat 20 Desember 2019.

    Haryadi mengatakan lonjakan wisatawan itu, karena selain sebagai kota tujuan utama, Yogyakarta juga menjadi kota antara atau singgah sebelum melanjutkan ke destinasi utama wisatawan.

    Saat melintasi Yogyakarta wisatawan sendiri biasanya melewati jalur utama perkotaan sehingga bisa berpotensi menimbulkan kepadatan. Sedangkan di satu sisi, jika tujuannya hanya melintasi Yogyakarta, bisa dilakukan melalui jalan lingkar baik sisi utara maupun selatan yang lebih bebas hambatan.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogya Agus Arif Nugroho menuturkan menyambut libur akhir tahun ini, pihaknya akan mengaktifkan layanan Virtual Messages Service (VMS) yang terpasang di beberapa simpang strategis.

    Pengunjung berjalan menuju titik swafoto di area wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis, 27 Desember 2018. Wisata alam di kawasan pesisir yang berdekatan dengan proyek pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) tersebut terus berbenah dengan menambah sejumlah bangunan swafoto guna menarik kunjungan wisatawan. ANTARA

    Layanan ini untuk memberi informasi pada wisatawan yang masuk Yogyakarta, seputar kondisi lalu lintas maupun tempat parkir kendaraan yang tersedia.

    "Kami akan memanfaatkan layanan SMS Blasting, jadi begitu pengendara masuk Yogyakarta akan menerima pesan singkat informasi untuk menghindari ruas jalan mana yang kondisinya sedang padat," ujar Agus.

    Agus mengatakan berkaca dari masa libur Lebaran tahun ini, dalam sehari ada sekitar 1.200 bus masuk ke pusat kota Yogyakarta, kantong parkir alternatif memang menjadi kebutuhan prioritas.

    Untuk mengatasi masalah parkir, Yogyakarta butuh tambahan lahan parkir setidaknya seluas empat hectare. Persoalannya, tidak mungkin mencari lahan seluas itu dalam waktu cepat. Mau tak mau memanfaatkan area yang sudah ada sebagai alternatif, seperti lahan parkir Gembira Loka yang bisa menampung sampai 108 bus.

    Kepala Polresta Kota Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Armaini menuturkan, kepolisian telah menyiagakan empat pos pengamanan dan 13 pos jaga selama masa libur Natal dan Tahun Baru di Yogyakarta.

    Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti, Kapolres Kota Yogya Kombes Pol Armaini serta Komandan Kodim 0734 Kota Yogya Kolonel Zainudin.memimpin apel persiapan libur Natal dan Tahun Baru di halaman GOR Amongrogo Junat (20/12). Sebanyak 800 personil keamanan diturunkan untuk pengamanan masa libur di Yogya kali ini. Tempo/ Pribadi Wicaksono

    Pos pengamanan itu antara lain dibuat di kawasan Titik Nol Kilometer, Monumen Tugu, Teteg (pangkal Malioboro), dan kawasan Kota Baru. Operasi pengamanan Natal dan Tahun baru bakal digelar selama 10 hari sejak Senin (23/12) hingga Rabu (1/1/2020) yang melibatkan 800 personel.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.