Kopi Kangen Memperkenalkan Menu Baru: Kangen Dimanjah

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopi Kangen menghadirkan menu kopi baru, kopi kangen dimanjah, yang memadukan cokelat, susu, dan tolak angin. Foto: @kopikangen.id

    Kopi Kangen menghadirkan menu kopi baru, kopi kangen dimanjah, yang memadukan cokelat, susu, dan tolak angin. Foto: @kopikangen.id

    TEMPO.CO, JakartaKopi Kangen, waralaba PT Karya Generasi Millenial meluncurkan menu baru yang dinamai kangen dimanjah. Menu minuman baru itu memadukan cokelat, susu, dan tolak angin.

    Menurut para pendiri Kopi Kangen, menu kopi kangen dimanjah terinspirasi musim liburan Natal dan Tahun Baru. "Kami semua kangen berkumpul bersama keluarga. Ini tren minuman yang bagus," kata penggagas Kopi Kangen Chris Erlando di kedai Kopi Kangen, kawasan Pluit, Jakarta Utara, Minggu, 15 Desember 2019.

    Kangen Dimanjah diunggulkan sebagai menu yang mengandung sensasi mint. William Heuw, salah satu pendiri Kopi Kangen lainnya, menganggap menu tersebut menunjang untuk sasaran target pasar kalangan milenial, "Kami selalu membuat inovasi untuk produk baru yang istimewa," ucapnya.

    Menu kangen dimanjah dibuat dalam dua pilihan: ada yang dingin (es) dan panas. Harga segelas kangen dimanjah, Rp25.000. Nama "kangen dimanjah" supaya memikat minat serta mudah diingat. Kangen Dimanjah rasanya mengutamakan karakter cokelat mint.

    "Tidak ada penambahan gula. Rasa manis muncul dari tolak angin bukan dari cokelat," kata pengelola Kopi Kangen Fenny Changdra.

    Penyajian minuman Kangen Dimanjah menu baru Kopi Kangen di kedai kawasan Pluit, Jakarta Utara, Minggu, 15 Desember 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Saat ini Kopi Kangen memiliki 25 cabang yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, Bali, Jambi dan Surabaya. Kopi Kangen juga akan membuka kedai lagi di Bekasi, Nganjuk dan Pontianak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.