Kepulauan Faroe Ditutup pada 2020, Hanya Mereka yang Boleh Datang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trshavn kota pelabuhan kecil di Kepulauan Faroe. Foto: @visitfaroeislands

    Trshavn kota pelabuhan kecil di Kepulauan Faroe. Foto: @visitfaroeislands

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengelola objek pariwisata dalam rupa taman nasional, kerap mendatangkan masalah: devisa dan kerusakan lingkungan. Seperti menggelar pesta, semua orang ingin datang dan bersenang-senang, lalu meninggalkan gunungan sampah.

    Mengatasi masalah itu, Kepulauan Faroe, yang terletak antara Islandia dan Norwegia dan di bawah yurisdiksi Denmark, telah menemukan cara inovatif untuk melestarikan sekaligus membuat wisatawan yang berkunjung tetap bersenang-senang.

    Pemberitahuan resmi di situs web pariwisata nasional pulau itu berbunyi "ditutup untuk pemeliharaan, terbuka untuk kesukarelaan."

    Mengikuti skema percontohan yang berhasil tahun ini, negara ini telah membuat keputusan untuk "menutup" tempat wisata utama dan atraksi selama akhir pekan 16-17 April 2020. Hotel akan dibuka, dan penerbangan akan dilanjutkan.

    Tórshavn di Kepulauan Faroe menawarkan tebing dan menara mercusuar. Foto: @visitfaroeislands

    Akhir pekan itu, orang-orang di seluruh Kepulauan Faroe akan mengerjakan proyek-proyek konservasi dan, seperti yang dikatakan oleh Dewan Pariwisata Denmark, "memberikan sentuhan The Tourism Leadership Council (TLC) ke pedesaan Faroese."

    Namun, orang yang hanya ingin mengunjungi Faroe selama akhir pekan itu, dapat mendaftar untuk membantu pelaksanaan konservasi. Pulau-pulau itu mencari 100 relawan untuk datang ke negara itu untuk membantu upaya pelestarian.

    Ada ribuan aplikasi untuk skema 2019, jadi calon pengunjung pulau sebaiknya mendaftar dengan cepat. "Bagi kami, pariwisata tidak semua tentang angka," kata Gudrid Højgaard, Direktur di Visit Faroe Islands, mengatakan kepada CNN Travel.

    "Kami menyambut pengunjung ke pulau-pulau itu setiap tahun, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab terhadap komunitas dan lingkungan kami yang indah, dan tujuan kami adalah untuk melestarikan dan melindungi pulau-pulau itu, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab."

    Gelombang pertama sukarelawan termasuk wisatawan dari Meksiko, Israel, Australia, Cina dan Amerika Serikat. Højgaard membenarkan, popularitas program kunjungan akhir pekan membuat pengelola akan menggelarnya setiap tahun.

    Patung Kopakonan legenda mengenai anjing laut dari cerita masyarakat Kepulauan Faroe. Foto: @visitfaroeislands

    Ibu kota Kepulauan Faroe, Tórshavn, memiliki populasi sekitar 13.000, menurut data dari PBB. Menurut otoritas pariwisata Faroe, kunjungan ke negara itu telah meningkat 10 persen selama beberapa tahun terakhir. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi visitfaroeislands.com.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.