Ini Daya Tarik Kepri Bagi Wisman Perbatasan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penabuh gendang memberi semangat kepada pebalap sepeda dalam Tour de Bintan di Nirwana Garden Resort, Bintan, Kepri (9/11). Tour De Bintan yang merupakan olahraga pariwisata untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di Kepri dan Indonesia pada tahun ini diikuti oleh 1100 peserta dari 38 negara. ANTARA/Feri

    Penabuh gendang memberi semangat kepada pebalap sepeda dalam Tour de Bintan di Nirwana Garden Resort, Bintan, Kepri (9/11). Tour De Bintan yang merupakan olahraga pariwisata untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di Kepri dan Indonesia pada tahun ini diikuti oleh 1100 peserta dari 38 negara. ANTARA/Feri

    TEMPO.CO, Jakarta - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat sebagai destinasi utama bagi wisatawan mancanegara (wisman) perbatasan (crossborder) dengan kontribusi wisatawan hampir menyamai Bali.

    “Kami bertekad Kepri pada 2021 bisa menjadi destinasi terbesar yang dikunjungi wisman atau paling tidak menyamai Bali,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau Isdianto seusai meluncurkan Calender of Event (CoE) Provinsi Kepri 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kamis siang (5/12/2019).
     
    Sepanjang 2020 Kepri akan menggelar lebih dari 200 event pariwisata di antaranya lima event yang masuk dalam Top 100 CoE 2020 (National Event) yaitu Iron Man 70.3 Bintan, Bintan Triathlon, Tour De Bintan, Kenduri Seni Melayu, dan Festival Pulau Penyengat.
     
    Isdianto menjelaskan, Kepri mengandalkan kunjungan wisman wilayah perbatasan atau crossborder yakni Singapura dan Johor (Malaysia). Ia memproyeksikan kunjungan wisatawan itu akan naik signifikan, “Saat ini Kepri sudah melampaui Jakarta. Tahun 2021 kami bertekad akan mengejar ataupun mengimbangi jumlah kunjungan wisman ke Bali,” kata Isdianto.
     
    Peserta Bintan Triathlon sedang berlari menuju finish pada kelas Sprint dalam perlombaan Bintan triathlon di Lagoi, Bintan, Kepri,(26/5). Bintan triathlon tahun ini diikuti 1.240 pserta dari 40 negara yang terdiri dalam kals Sprint dan kelas Olympic. ANTARA/Feri
     
    Ia mengatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan kualitas wisman yang berkunjung ke Kepri, yakni meningkatkan lama tinggal serta pengeluaran selama berkunjung ke sana. Salahnya satunya adalah menyiapkan atraksi lebih menarik serta meningkatkan infrastruktur. 
     
    “Untuk mewujudkan hal ini kami akan mempererat kerja sama dengan semua pihak. Seperti ‘sapu lidi’ kami pererat kerja sama dalam memajukan pariwisata,” kata Isdianto.
     
    Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani menilai, wisman crossborder menjadi kekuatan pariwisata Kepri.
     
    “Pada 2018 Kepri paling berhasil dalam melakukan program hotdeals. Posisi Kepri yang dekat dengan Singapura dan Johor Malaysia relatif sangat mudah untuk mendatangkan wisman dari kedua negara tetangga itu,” kata Rizki Handayani.
     
    Ia mengatakan, ke depan Kepri harus bisa meningkatkan kualitas kunjungan wisman crossborder, sehingga lama tinggal dan pengeluaran selama berkunjung ke Kepri meningkat. Dengan memperbaiki kualitas produk wisata dan sarana infrastruktur, lama tinggal wisman ke Kepri akan meningkat. 
     
    Batuan granit berukuran besar menjadi ciri dari Pantai Trikora yang berada di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepri. (shutterstock.com)
     
    “Bila saat ini rata-rata lama tinggal wisman di Kepri hanya dua hari dua malam, ke depan diharapkan akan meningkat,” kata Rizki Handayani. Ia juga mengusulkan agar Kepri menambah daya tarik baru berupa atraksi budaya seperti menyelenggarakan event “Pasar Malam” yang banyak diminati wisman.
     
     
    Tercatat pada Mei 2019 jumlah wisman ke Kepri yang masuk melalui DKI Jakarta sebanyak 946.509 wisman atau sebesar 14,86%, melalui pintu masuk Kepri  1.137.976 wisman (17,86%), dan melalui Bali sebanyak 2.305.802 wisman (36,19%), sedangkan sisanya melalui pintu lain yang ada di seluruh wilayah Indonesia. 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.