Sup Tunjang, Penghangat Tubuh Kala Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto: @titi_ashyara

    Foto: @titi_ashyara

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca di Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, belakangan kerap diguyur hujan deras. Di kala pergantian musim kemarau ke musim hujan, suhu yang berubah itu kerap membuat badan tak enak atau greges. Solusinya, hangatkan badan dengan sup tunjang, yang lezat sekaligus memiliki kandungan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Di Pekanbaru, penjaja sup tunjang memang banyak. Namun, salah satu yang populer kedai Sup Tunjang Pertama di Gg. Sumo, yang bisa ditempuh melalui Jalan Kayu Manis. Kedai Sup Tunjang Pertama di Gg. Sumo ini selalu ramai.

    Saat duduk di meja makan, pengunjung tak akan mendapati buku menu, bahkan menu-menu tak ditulis. Namun umumnya, pengunjung paham apa yang dijajakan dan berapa harga semangkok sup tunjang.

    Hanya ada tiga pilihan menu di kedai Sup Tunjang Pertama: sup ayam, sup daging, dan sup tunjang. Berbeda dengan sajian Melayu yang sarat dengan santan, sup tunjang terlihat bening. Aroma rempah cukup menggetarkan indera penciuman. Aroma ini sekira berasal dari paduan bawang, cengkih, jahe, dan kayu manis. Rasa segar hinggap di lidah saat Bisnis mencicip kuah sup.

    Di meja, terhidang garam dan sambal cabai hijau untuk menambah rasa pedas di kuah sup. Selain itu, terdapat aneka kerupuk dan keripik sebagai tambahan untuk menikmati sup tunjang.

    Tampilan sup tunjang yang bening ternyata kaya bumbu. Foto: @suptunjangistimewa

    Dalam satu porsi sup, terdapat lima potongan daging -- jika memesan sup daging. Demikian halnya sup tunjang, terdapat lima potongan daging tunjang. Baik daging maupun tunjang terbilang empuk. Disajikan dengan nasi hangat, sup tunjang memang pas dikudap saat musim hujan, tubuh serasa hangat oleh rempah.

    Tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk menebus sup tunjang. Satu porsi dibanderol Rp20.000. Kedai Sup Tunjang Pertama di Gg. Sumo buka hingga pukul 21.30 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.