Desember ini, Tebing Breksi Jadi Tuan Rumah Kemah Pancasila

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati suasana sore di atas Tebing Breksi, Sleman, DI Yogyakarta, 1 Jnauari 2018. Destinasi wisata bekas penambangan batuan breksi endapan dari abu vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran tersebut menjadi destinasi favorit wisatawan menghabiskan libur tahun baru 2018. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Wisatawan menikmati suasana sore di atas Tebing Breksi, Sleman, DI Yogyakarta, 1 Jnauari 2018. Destinasi wisata bekas penambangan batuan breksi endapan dari abu vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran tersebut menjadi destinasi favorit wisatawan menghabiskan libur tahun baru 2018. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Yogyakarta bakal menjadi tuan rumah ratusan pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah Indonesia pertengahan Desember 2019 ini.

    Sebanyak 350 pelajar perwakilan dari 34 provinsi, mulai tanggal 13 hingga 15 Desember 2019, mengikuti Kemah Pancasila Pelajar Indonesia (KPPI) yang dipusatkan di bumi perkemahan di atas bukit Watu Tapak Camp Hill, Tebing Breksi itu.

    “Antusias pelajar SMA-SMK dari berbagai daerah yang yang ikut acara itu di luar dugaan. Kami hanya membatasi 350 peserta untuk acara itu, tapi jelang 10 hari acara itu sudah 200 lebih pelajar mendaftar,” ujar juru bicara KPPI Widihasto Wasana Putra, Selasa 3 Desember 2019.

    Para pelajar yang terdaftar berasal dari kota Jambi, Lampung, Bengkulu, Pekanbaru, Banten, Papua Jakarta, dan Bekasi. Selain itu datang pula dari Cirebon, Bandung, Depok, Bogor, Temanggung, Blora, Klaten, Batang, Tegal, Brebes, Boyolali, Purworejo, dan Wonogiri. Pelajar asal Purbalingga, Pasuruan, Ngawi, Malang, Probolinggo, Jember, Surabaya, Tulungagung, Toraja Utara, dan Gorontalo. Mereka juga telah terdaftar.

    Deretan Jeep yang mengantar pengungung berwisata ke Tebing Breksi, Sleman, Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Widihasto mengatakan para pelajar itu datang dari berbagai latar belakang organisasi pelajar seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja, pecinta alam, wakil organisasi intra sekolah lainnya dan secara mandiri.

    “Kami mengapresiasi minat peserta khususnya dari luar Jawa mengingat kehadiran mereka ke Yogyakarta bersifat swadaya mandiri. Antusiasme ini membesarkan harapan bahwa pelajar Indonesia sebenarnya memberi perhatian tinggi terhadap eksplorasi nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

    Dalam Kemah Pancasila yang diadakan Yayasan Rejomulia Yogyakarta, Pemerintah DIY serta Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) itu akan diisi beragam acara edukasi dan penenaman nilai Pancasila dengan konsep berkemah di alam terbuka.

    “Konten acara dikonsep secara edu-fun dengan memadukan berbagai metode permainan,  ketrampilan, dinamika kelompok serta apresiasi seni yang mengasah afeksi dan kognisi peserta,” ujarnya.

    Muatan materi meliputi Pancasila, kebangsaan, kepemimpinan, kemanusiaan, sosial masyarakat, lingkungan alam, psikologi, kebudayaan, hingga sosial media.  Selain itu ada materi sosial entrepreneurship dan keorganisasian.

    Salah satu spot menikmati matahari terbenam atau sunset di Tebing Breksi, Sleman, Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Perhelatan ini akan diisi sejumlah narasumber seperti Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan cendekiawan yang juga anggota dewan pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.

    “Kami juga tengah mengupayakan kehadiran Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, agar dapat membuka pelaksanaan KPPI,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.