Ada Sport Tourism, Begini Dampaknya Bagi Kota Kecil

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aik Sha pembalap slalom dari Malaysia berprofesi sebagai pharmacist. Ia rutin mengikuti kejuaraan Asia Auto Gymkhana Cup. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Aik Sha pembalap slalom dari Malaysia berprofesi sebagai pharmacist. Ia rutin mengikuti kejuaraan Asia Auto Gymkhana Cup. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan event olahraga atau sport tourism berupa “Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019" yang dihelat pada Minggu, 29 November - 1 Desember 2019 di Sirkuit Skyland, Sekayu, berakhir hari Minggu (1/12) kemarin.

    Perhelatang yang diikuti 28 pembalap dari 10 negara itu, dirajai pembalan nasional. Selain berdampak fositif bagi pembinaan olahraga otomotif, perhelatan itu membawa berkah bagi pengusaha hotel, restoran dan pelaku wisata lainnya di bumi Serasan Sekate itu.

    “Multi efeknya bukan hanya hari ini, kami yakini sport tourism seperti ini dampaknya akan panjang,” kata Muhammad Fariz, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Senin, 2 Desember 2019. 

    Dalam keterangannya, Fariz menjelaskan beberapa hotel dan sarana akomodasi lainnya menjadi penuh. Tamu-tamu di hotel tersebut berasal dari peserta dan official dari 10 negara di Asia.
     
    Hotel-hotel juga dipenuhi para penonton yang datang dari Palembang, Jakarta dan dari kota-kota lainnya. Hotel Ranggonang sebagai salah satu hotel terbesar di kota Sekayu misalnya, menjadi full booked lantaran kedatangan tamu sejak sepekan terakhir ini.
     
    Sport event mendorong pula pariwisata di Kabupaten Musi Banyuasin. Foto: @langgeng_putra
     
    Hal sama kata Fariz juga dirasakan oleh usaha restoran cita rasa lokal seperti rumah makan pindang, rumah makan padang dan sejenisnya, “Secara langsung kami telah merasakan dampak baiknya,” ujar Fariz. 
     
    Bahkan kata Fariz untuk hajatan supermoto yang akan digelar di sirkuit yang sama pada 7-8 Desember, beberapa hotel sudah dipesan. Dia meyakini tamu yang akan masuk kota Sekayu, akan lebih banyak lagi dibandingkan pada hajatan Muba Asia Auto Gymkhana.
     
    Untuk itu dia telah meminta pelaku industry wisata untuk lebih meningkatkan pelayanan agar membawa kesan baik bagi para tamu. Sehingga pada kesempatan lainnya, Sekayu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan. 
     
    Sementara itu, Ketua Panitia Pusat “Muba Auto Gymkhana Cup 2019” Siswanto Budi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza dan seluruh warga yang sukses menjadi tuan rumah yang baik. Menurutnya, event Asia Gymkhana dan Super Moto sangat pas dan pantas digelar di Skyland Muba.
     
    Tidak hanya dukungan warga, kenyamanan melaksanakan event balap di Muba ini, juga karena sarana prasaran dan fasilitas yang lengkap dan sangat menunjang untuk level internasional. Hal itu katanya sangat berbeda pada kondisi beberapa tahun sebelumnya, para peserta harus diinapkan di hotel-hotel yang ada di Palembang. Kondisi tersebut akan merepotkan panitia dan melelahkan bagi para peserta.
     
    Sedangkan Riduan Tumenggung menjelaskan sebanyak 28 pebalap asal 10 negara di Asia turun dalam ajang Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 di Sirkuit Skyland, Sekayu.
     
    Sejak Sabtu 30 November, pebalap telah tiba di Sekayu di antaranya dari Thailand, Kamboja, Hongkong, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan India. 
     
    Pembalap Wanita
    Di antara puluhan pembalap itu, terdapat peslalom perempuan, Ng Aik Sha, 29 tahun asal Malaysia dan Yap Hui Ching asal Singapura. Selain pembalap, Aik Sha dikenal sebagai pharmacist di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur. "Tertarik ikut Ghymkhana sejak tamat kuliah," katanya, Minggu siang.
     
    Aik Sha menamatkan kuliah sejak 2014 silam di Cyberjaya University College of Medical Sciences (CUCMS) di Kuala Lumpur. Sejak saat itu selain menjalankan rutinitas di bidang farmasi atau obat-obatan, ia mulai menekuni impiannya untuk menjadi pembalap andal untuk kawasan Asia. Untuk mewujudkan impiannya itu ia rutin menggelar latihan bersama rekan-rekan di Kuala Lumpur. Selain itu, sejumlah kejuaran tingkat regional dan asia sering pula di ikuti. 
     
    Tim balap dari Malaysia dalam kejuaraan Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019. TEMPO/Parliza Hendarawan
     
    AAGC atau  Asia Auto Gymkhana Competition di Taiwan, Korea dan  India merupakan beberapa hajatan yang pernah ia ikuti. Capaiannya pun tidak mengecewakan baginya dan tim negara Malaysia.
     
    Dalam catatannya, saat kompetisi  di Korea dia menjadi juara ke tiga. Ketika itu dia menggunakan kendaraan keluaran dari pabrikkan asal Korea Selatab. "Saat itu saya turun di kelas tunggal perempuan dengan meraih juara 3," ujarnya. 
     
    PARLIZA HENDRAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.