Jalan Merayap di Punggung Everest (1)

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana toko oleh-oleh di Thamel, Nepal. (Foto: Dokumentasi Tim WISSEMU)

    Suasana toko oleh-oleh di Thamel, Nepal. (Foto: Dokumentasi Tim WISSEMU)

    TEMPO.CO, Nepal - Segalanya dimulai dari kawasan paling riuh dan genit di Kathmandu, Thamel.  Begitu mendarat di Kathmandu (1317m), kami akan mampir semalam atau dua malam di Thamel. Everest Base Camp (EBC) harus dicapai dengan penerbangan domestik dari Kathmandu ke Lukla.

    Penerbangan Kathmandu Lukla adalah penerbangan yang supersibuk, oleh karenanya Anda biasanya disarankan untuk menginap dulu di Kathmandu barang semalam dua malam. Sambil menunggu penerbangan, Anda bisa menikmati kota Kathmandu dan berbelanja perlengkapan trekking di sini.

    Jadi, kalau belum sempat memiliki perlengkapan memadai dari rumah, Anda bisa membeli semua jenis perlengkapan trekking di toko-toko yang berhamburan di Thamel: mulai dari versi KW hingga versi pabrikan asli. Thamel adalah kawasan turis, dan sebagaimana kawasan turis pada umumnya: yang halal dan yang haram ada di Thamel.

    Wisatawan atau pendaki bisa bersantai menikmati kopi di sudut-sudut tenang tersembunyi di Thamel, tapi Anda juga kerap menjumpai orang-orang yang  setengah sembunyi-sembunyi menawarkan mulai dari pijat, spa, hingga ganja di jalan-jalan Thamel yang sempit. Thamel adalah kawasan chaos sekaligus lancar.

    Untuk ke EBC para pendaki harus terbang dari Kathamndu ke Lukla. Penerbangan ke Lukla dapat ditempuh dari dua bandara: Tribhuvan di Kathmandu atau dari bandara Manthali. Salah satu hambatan trekking di wilayah Everest Range adalah cuaca yang tidak pasti, yang membuat jadwal penerbangan sering terganggu.

    Tidak jarang, para penumpang harus menunggu berjam-jam atau bahkan berhari hari karena penundaan penerbangan akibat cuaca yang tidak pasti. Jangan berharap bisa berdebat dan protes soal jadwal ke pihak maskapai, mereka akan menjawab dengan santai: “Emang kamu bisa ngatur cuaca.”

    Di masa-masa musim trekking, banyak para pelancong bergeletakan di lantai menunggu pesawat. Hidup di Nepal sangat ditentukan oleh cuaca. Saat di Nepal, siapapun, harus menerima apapun kata cuaca, mati-hidup Anda ditentukan oleh cuaca. Karena kepadatan Lukla, Nepal membuka satu lagi bandara kecil Manthali, yang berada sekitar 5 jam perjalanan dengan jip dari Kathmandu.

    Penerbangan dari Manthali jauh lebih pasti ketimbang Lukla. Saat ini banyak juga pelancong, trekker, pendaki dari mancanegara terbang dari Manthali.

    Setiap pendakian ke Gunung Everest dimulai dari Kota Thamel. Foto: Robertus Robet

    Lukla dan Namche Bazar

    Bandara Lukla adalah bandara kecil dan dinobatkan sebagai bandara paling berbahaya di dunia. Ia dibatasi oleh jurang dan tebing yang mengharuskan pilot hanya punya satu kali kesempatan pendaratan yang tidak boleh gagal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.