10 Pasar Unik di Dunia: Ada yang Jual Bahan Untuk Menyihir

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di jantung Napoli terdapat Pasar Via de Presepi yang menjaja kerajinan tradisional Naples. Foto: Umberto Rotundo/Atlas Obscura

    Di jantung Napoli terdapat Pasar Via de Presepi yang menjaja kerajinan tradisional Naples. Foto: Umberto Rotundo/Atlas Obscura

    TEMPO.CO, Jakarta - Di berbagai belahan dunia, pasar menjadi salah satu destinasi wisata belanja dan budaya. Di sudut Kairo terdapat Pasar Tentmakers, yang menjual seni karpet dan kelambu Mesir, khayamiya yang berusia ribuan tahun.

    Di kota-kota tua di Jawa Tengah semisal Solo dan Yogyakarta, pasar di tengah kota merupakan bagian dari tata kota: alun-alun, pendopo atau keraton, dan pasar. Walhasil, pasar merupakan destinasi wisata belanja dan budaya sekaligus. Berikut pasar-pasar tua di berbagai negara, untuk berwisata belanja sekaligus mengenal budaya setempat.

    1. Via dei Presepi

    Berada di jantung kota Napoli, Pasar Via dei Presepi membuat hari-hari wisatawan seperti Hari Natal. Pasar ini menunjukkan gaya hidup tradisional Neapolitan – sebutan untuk orang-orang Naples – yang terus hidup di era modern.

    Pasar itu sebagaimana jalan-jalan di Napoli yang sempit, Via dei Presepi (Jalan Presepi) yang juga disebut Via San Gregorio Armeno, bukanlah jalan sempit biasa. Di kanan kiri jalan itu, para pedagang memajang hasil kriya Neapolitan tradisional, bertemakan kristiani: kelahiran Yesus, Bunda Maria, dan patung-patung buatan tangan lainnya yang berbentuk para santo. Bahkan selebritas, pesepakbola, dan politisi juga dijajakan patungnya.

    Pasar Via de Presepi yang menjaja kerajinan tradisional Naples, berupa kerajinan patung dari kelahiran Yesus hingga tokoh politik. Foto: Raffaella/Atlas Obscura

    Pasar itu mulai muncul, saat Santo Fransiskus dari Assisi menciptakan tradisi presepio (juga dieja presepe) di abad pertengahan. Ia menciptakan adegan kelahiran pertama pada tahun 1223, menggambarkan bayi Yesus di palungan. Lalu warga Naples menirunya dengan menempatkan patung-patung kelahiran Yesus di gereja dan rumah sebelum Natal.

    Selama abad ke-17 dan ke-18 kelahiran Yesus dipatungkan oleh pemahat-pemahat Napoli dengan kualitas yang sangat bagus. Dan mereka menjajakannya di Pasar Via dei Presepi. Hingga kini, warisan karya-karya Neapolitan tradisional masih bisa dinikmati di Naples, terutama di gereja dan istana di Naples dan wilayah sekitarnya.

    1. Pasar Loak Anjuna

    Terletak di antara pohon-pohon palem di Laut Arab, suasana santai Goa – yang umumnya hiruk pikuk --  sangat terasa di Pasar Loak Arjuna. “Pasar barter” ini dibentuk secara organik sekitar tahun 1960-an, oleh para pelancong yang kehabisan uang tunai, lalu membarter barang-barang mereka di alun-alun. Pada awalnya, penduduk setempat menyebutnya "pertukaran barang hippie di udara terbuka." Saat ini menjadi daya tarik yang sangat populer bagi para backpacker, turis, dan penduduk lokal.

    Bumbu-bumbu yang dijual di Pasar Anjuna, Goa, India. Foto: Sara Marlowe/Atlas Obscura

    Kini Pasar Loak Anjuna menjaja berbagai macam barang yang menarik dan eklektik. Para pedagang menawarkan mulai dari pakaian linen hingga artefak Nepal dan Tibet, rempah-rempah, dupa, batu, kristal, dan pisau berukir, di samping kios yang menawarkan tato, rambut gimbal atau pewarnaan rambut, dan tindik badan.

    Desa Anjuna pertama kali mendapatkan reputasinya sebagai tujuan hippie yang populer pada 1960-an dan 70-an, melayani wisatawan Barat yang tertarik dengan tradisi spiritual Timur. Pasar tepi pantai adalah perpanjangan dari pengalaman itu, dan tetap menjadi bazaar yang wajib dikunjungi bagi pengunjung di Goa Utara saat ini.

    Hal yang harus diperhatikan, pasar ini buka pada hari Rabu sebagai pasar mingguan, dari Oktober hingga Mei. Jam operasi adalah dari matahari terbit hingga terbenam. Tawar menawar sangat penting, sepenting Anda menjelajahi masakan global di warung makan di sekitar pasar. Pasar ini berdekatan dengan hotel-hotel, tempat liburan, dan rumah-rumah kolonial yang megah.

    Pasar Buku Vieille Bourse menyediakan ribuan judul buku dengan sambutan penduduk yang ramah, bahkan Anda diajak untuk bermain catur. Foto: Hemis/Alamy

    1. Pasar Buku Vieille Bourse

    Meskipun tidak populer di luar Perancis, La Vieille Bourse adalah harta arsitektur. Bangunan megah itu dibangun pada abad ke-17, ketika kota itu berada di bawah kekuasaan Spanyol. Sekarang, berabad-abad kemudian, kawasan tersebut masih merupakan pusat perdagangan yang dinamis.

    Pergilah ke halaman dalamnya, dan Anda akan menemukan pasar yang luar biasa. Di sini, berbagai vendor berbaris di meja mereka dengan buku-buku bekas, yang pasti akan menyenangkan para pemustaka. Banyak buku dalam bahasa Prancis, tetapi Anda juga akan menemukan item yang ditulis dalam bahasa lain.

    Bangunan pasar itu sendiri juga layak dikagumi. Arsitekturnya mengikuti gaya Flemish Renaissance yang khas, dengan warna dan bentuk fantasi pagan dari kehidupan komersial kota. Serikat dagang yang membangun bursa efek menaruh lambang mereka di dinding monumen, yang masih bisa dilihat sampai sekarang.

    Pasar Hotan terus menjadi saksi sejarah kota sebagai pusat pertukaran sejak abad pertengahan dan merupakan salah satu ujung Jalur Sutera. Foto: Wikipedia

    1. Pasar Minggu Hotan, China

    Kashgar Bazaar terletak di tepi barat daya Gurun Taklamakan, Hotan. Sebuah kota oasis di dekat dua sungai besar dan terletak di cabang selatan Jalan Sutra -- lalu lintas komersial selatan dari Tibet dan India.

    Pasar Hotan terus menjadi saksi sejarah kota sebagai pusat pertukaran. Meskipun kurang terkenal dan tidak sepopuler turis dengan bazar di dekat Kashgar, Pasar Minggu di Hotan lebih besar, dan barang yang ditawarkan beragam untuk memenuhi kebutuhan warga Uyghur, Tajik, Uzbek, Kirgistan, dan Cina.

    Terdesentralisasi dan semrawut, namun pengunjung Pasar Minggu dapat menemukan berbagai barang menakjubkan yang ditawarkan, seperti: karpet, sutra, pakaian, doppi (topi Uzbek), pigmen, benang, kapas, wol, kayu, pisau, sayur, furnitur, obat-obatan, rempah-rempah, kekang kuda, kompor, sepeda, sepeda motor, besi tua, rebar, sapi, kuda, keledai, domba, kambing, dan, tentu saja, makanan lezat.

    Barang-barang lokal yang sangat berharga tersedia termasuk karpet buatan Hotan dan batu giok putih, yang secara historis dikumpulkan dari Sungai Giok Putih terdekat. Pasar mingguan ini sangat aktif pada hari Minggu, namun masih ada aktivitas jual beli setiap hari dengan intensitas rendah.

    Pasar Kashan mulai beroperasi pada abad 10 di zaman Dinasti Seljuq yang berkuasa di Iran. Foto: Robin Rocket/Atlas Obscura

    1. Pasar Kashan, Iran

    Bila tak dalam suasana tegang dengan negara-negara tetangganya dan Amerika Serikat, Iran adalah destinasi wisata kelas dunia. Iran memiliki wilayah perdagangan di Kota Kashan, namun tak hiruk pikuk seperti umumnya pasar.

    Bazaar bersejarah di Kashan penuh dengan lorong-lorong yang berliku, halaman yang tersembunyi, makam, dan masjid-masjid kecil, semuanya bersisian dengan toko-toko yang menjual beragam barang. Pasar dan jaringan lorongnya berisi harta bersejarah seperti masjid berusia 800 tahun dan pemandian bersejarah, yang dikonversi menjadi toko teh. Toko-tokonya menjual barang-barang cantik seperti permadani dan tekstil tradisional serta camilan lezat.

    Ketika Anda selesai menjelajahi semua pasar indoor yang ditawarkan, pastikan untuk pergi ke atap gedung atau toko. Di sana, Anda akan menemukan pemandangan lanskap yang dipenuhi kubah, semuanya berisi dunia bazaar yang penuh warna di bawah eksterior yang pucat – sebagaimana dulu berdiri pada abad ke-10 di bawah Dinasti Seljuq.

    Mwenge Woodcarvers Market menjual topeng-topeng tradisional Tanzania. Foto: Max Cortesi/Atlas Obscura

    1. Mwenge Woodcarvers Market, Dar Es Salaam, Tanzania

    Dilihat dari jalan utama, Pasar Mwenge Woodcarvers tidak bisa lebih sederhana, tetapi masuklah. Dan Anda mendapati sedang berdiri di tengah-tengah sekitar 100 toko, yang menampilkan beragam kayu yang indah.

    Sebagian besar ukiran kayu di toko-toko dipoles rapi dan ditampilkan secara teratur. Anda dapat menemukan karya imajinatif, berupa patung miniatur hingga patung manusia dan hewan seukuran manusia. Salah satu fitur khusus dari pasar ini adalah Anda dapat benar-benar melihat para seniman menggarap patung.

    1. Mercat Central, Valencia, Spanyol

    Situs Pasar Pusat Valencia (Mercat Central) digunakan sebagai pasar terbuka mulai tahun 1839, tetapi pada akhir abad ke-19, pemerintah kota membangun gedung yang dijadikan pasar di tempat itu. Bangunannya tersusun dari seni arsitektur baja dan kaca.

    Mercat Central dibangun tak main-main. Sejumlah kompetisi arsitektur digelar untuk membangun pasar itu. Desain yang terpilih bergaya Valencia Art Nouveau. Dari kejauhan, strukturnya lebih mirip katedral daripada pasar tertutup: kubah besar di tengah bangunan, memberikan tampilan luar yang sangat mirip dengan duomo Italia.

    Mercat Central, Valencia, Spanyol, direnovasi besar-besaran dan selesai pada awal abad 20. Foto: Stefano Politi Markovina/Alamy

    Kubah dan kemiringan atap yang unik menerima banyak cahaya matahari di dalamnya. Dekorasi interiornya yang berornamen dan bervariasi, dihiasi dengan tiang-tiang besi, ubin keramik berwarna-warni, dan kaca patri.

    Selesai pada tahun 1928 setelah 14 tahun konstruksi, pasar tersebut memiliki luas 86.000 kaki persegi di dua lantai. Di dalamnya -- terutama di stan-stan menjual makanan -- menghasilkan aroma yang fantastis. Ada juga sejumlah kios yang menjual barang-barang wisata ditambah restoran dan bar, yang sangat populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal.

    1. Dubai Gold Souk, Dubai, Uni Emirat Arab

    Pada hari tertentu pasar yang luas ini menampung banyak sekali emas, permata, dan logam mulia yang diatur oleh pemerintah. Di Dubai Gold Souk, emas taj hanya muncul dalam bentuk perhiasan, namun juga gagang pintu, telepon, atau benda sehari-hari lainnya.  Jadi seharusnya tidak mengejutkan bahwa salah satu pasar emas terbesar di dunia adalah di Dubai, kota terbesar di negara itu.

    Apa yang ditawarkan diatur dengan cermat oleh pemerintah UEA, memastikan keaslian — sesuatu yang kerap diabaikan para pedagang kaki lima di luar. Bila terampil menawar, Anda akan mendapatkan harga terbaik di dunia untuk emas, platinum, perak, dan permata juga — ada lebih dari 300 outlet.

    Pasar Dubai Gold Souk diatur ketat oleh pemerintah, sehingga tak ada barang palsu. Foto: Max Cortesi/Atlas Obscura

    Pada awal berdirinya di tahun 1900-an hanya ada beberapa perhiasan lokal. Lalu pada tahun 1940-an ketika kebijakan perdagangan baru mendorong pengusaha Iran dan India untuk mendirikan toko, lalu booming minyak tahun 1970-an yang menjadikan Dubai Gold Souk ikon seperti sekarang ini.

    1. Pasar Penyihir, La Paz, Bolivia

    Terletak di Calle Jiminez dan Linares di antara Sagarnaga dan Santa Cruz, pasar ini sayang dilewatkan. Pasar Witches (Penyihir) di La Paz, Bolivia, menjual sejumlah produk aneh berupa bahan baku yang digunakan dalam ritual, untuk memanggil roh-roh yang mendiami dunia Aymara.

    Di antara banyak barang yang dijual di pasar adalah janin llama kering, yang dikatakan membawa kemakmuran dan keberuntungan. Ada katak kering yang digunakan untuk ritual Aymara, patung-patung soapstone, formula aphrodisiac, bulu burung hantu, kura-kura kering dan ular, jamu, dan obat tradisional. Para dukun dengan topi dan gaun gelap berkeliaran di pasar menawarkan layanan ramalan.

    Pasar penyihir menjual berbagai kebutuhan ritual alam gaib selaras kepercayaan rakyat Bolivia. Foto: Ursula/Atlas Obscura

    10. Pasar Leadenhall, London, Inggris

    Pasar bergaya Victoria yang penuh hiasan ini adalah latar bagi Diagon Alley dan Leaky Cauldron dalam film-film Harry Potter. Suasana “gelapnya” memang sangat pas sebagai latar film Harry Potter. Pasar Victoria yang tertutup ini adalah salah satu pasar tertua di London, yang menjual daging dan ikan sejak abad ke-14. Namun, atap hijau dan merah saat ini, dibangun pada tahun 1881 dan menjadikan Pasar Leadenhall objek wisata yang populer di London.

    Pasar Leadenhall, London, Inggris. Foto: Dilif/Atlas Obscura

    Pasar ini ditampilkan beberapa kali dalam seri Harry Potter - ini adalah lokasi film untuk beberapa bidikan eksterior asli Diagon Alley, pusat perbelanjaan berbatu di dunia sihir tempat siswa Hogwarts membeli persediaan sekolah seperti buku mantra dan tongkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.