Traveling Bisa Menyembuhkan Patah Hati?

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing membawa sepeda di kawasan wisata Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 26 November 2018. Empat bulan pasca-gempa Lombok, kawasan wisata Gili Trawangan mulai ramai dikunjungi wisatawan asing. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Wisatawan asing membawa sepeda di kawasan wisata Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 26 November 2018. Empat bulan pasca-gempa Lombok, kawasan wisata Gili Trawangan mulai ramai dikunjungi wisatawan asing. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mampukah traveling menyembuhkan patah hati? Mari melihat Breakup Tours bekerja. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu, menawarkan pengalaman dan layanan yang ditujukan untuk mereka yang patah hati.

    Stephen Chung, salah satu pendiri Breakup Tours, sebelumnya ia pemandu wisata yang mendirikan perusahaan periklanan bernama Secret Tours Hong Kong. Chung mengatakan perusahaannya terinspirasi bahwa pelesiran adalah cara terbaik untuk mengatasi patah hati.

    "Ketika kamu tetap pada rutinitasmu, kamu menjadi sangat sadar akan hal-hal yang hilang dalam rutinitasmu. Bepergian membuatmu melepaskan diri. Itu memberi kamu perspektif baru," ujar Stephen Chung kepada CNN Travel. Pada 2018, Chung melansir Breakup Tours dengan mengajak influencer pelesiran bertema patah hati.

    Wisata diyakini dapat menyembuhkan patah hati. Dok. Kemenparekraf

    "Kami menerima tanggapan luar biasa setelah traveling perdana tersebut, jadi kami segera membuka trip. Sekitar 650 orang mengirimi kami aplikasi untuk trip berupa surat untuk mantan mereka,” ujar Chung.

    Tentu, kisah patah hati tersebut sangat beragam. Misalnya seorang gadis yang telah tujuh tahun berpacaran ditinggal menikah. Dan ia beru menyadari selama tujuh tahun hanya sebagai selingkuhan.

    Sejatinya, layanan Breakup Tours bukan satu-satunya yang menargetkan wisatawan single. Misalnya, terdapat museum yang ha sebuah museum tur telah memamerkan artefak hubungan yang gagal sejak 2003, dan sebuah bar di Jepang hanya mengizinkan peminum lajang. Tapi Breakup Tours sangat berbeda, karena mengorganisir wisata taylor made.

    "Dibandingkan dengan aplikasi pemesanan perjalanan lainnya seperti Klook dan KKday, kami lebih seperti toko butik pilihan di lingkungan yang trendi, menawarkan layanan yang dikuratori dan indah untuk yang patah hati," kata Chung.

    "Setelah berbicara dengan banyak orang, kami menyadari bahwa ada tiga langkah untuk sembuh: pelepasan emosi; coba sesuatu yang baru; dan mempelajari sesuatu yang baru. Semua kegiatan kami berpusat di sekitar tiga langkah ini," imbuh Chung.

    Keluar dari rutinitas merupakan obat mujarab mengatasi patah hati. 

    Breakup Tours hadir dalam bentuk aplikasi yang tersedia dalam bahasa Inggris dan Cina, yang menampilkan lebih dari 100 produk di 10 kota di Taiwan, Jepang, Thailand, dan Hong Kong.

    Pengalaman termasuk tur berpemandu "Mengakhiri Takdir Cinta " di Tainan, tur tiga jam untuk berdoa kepada Dewa Cupid Cina di kuil-kuil. Mereka juga mengikuti lokakarya Kintsugi di Tokyo, berdamai dengan hal-hal yang cacat, tidak sempurna, namun indah dalam hidup.

    Bila itu tak cukup untuk menyembuhkan hati yang lara, bisa mencoba workshop menembakkan senapan di Chiang Mai, Thailand. Mereka bisa memilih aktivitas  berdasarkan kota atau suasana hati mereka saat ini.

    Selain mendapat sim card untuk destinasi yang dituju, peserta diberi kit semacam pertolongan pertama bagi sakit hati yang mereka rasakan Kit tersebut diberikan sesuai dengan cerita pelanggan kepada Breakup Tours.

    Item-item kit termasuk latihan penulisan terapeutik yang dibuat oleh Breakup Tours bersama profesor psikologi di Chinese University of Hong Kong.

    Breakup Tours membuat paket wisata disesuaikan dengan kebutuhan peserta. (Foto: Shutterstock)

    Aplikasi Breakup Tours juga memiliki fungsi yang disebut "Circles of Travellers," yang memungkinkan peserta menemukan orang lain yang bernasib sama – dalam kisah cinta mereka. Sehingga mereka bisa saling menguatkan.

    Untuk saat ini, aplikasi ini hanya tersedia untuk iOS, sementara untuk pengguna Android dimulai pada bulan Januari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.