Kiat Museum Negeri NTB Memperkenalkan Budaya Nelayan Lombok

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perahu nelayan yang biasa digunakan nelayan di Lombok, bahkan di seluruh Nusa Tenggara Barat. Dok. Museum Negeri NTB

    Perahu nelayan yang biasa digunakan nelayan di Lombok, bahkan di seluruh Nusa Tenggara Barat. Dok. Museum Negeri NTB

    TEMPO.CO, Jakarta - Alat-alat tangkap ikan itu berjejer di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu 27 November 2019. Kesemua benda peninggalan nelayan dan juga teknologi penangkapan ikan terkini itu, dipamerkan dengan tema: "Perkembangan Teknologi Alat Penangkapan Ikan Nelayan Pesisir Pulau Lombok".

    Sebelumnya, Museum NTB juga menampilkan pameran tematik yang terjadwal, semisal pameran para tokoh pejuang Kemerdekaan di NTB, para pejabat Gubernur Kepala Daerah, juga pameran berbagai bangunan religi di antaranya seperti Islamic Center NTB.

    Ada sekitar 50 benda alat tangkap ikan milik museum ditambah terkini dari Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Pondok Prasi Kota Mataram. "Ini pameran benda tradisi hingga kekinian, milenial," kata Kepala Museum NTB Zubair Muslim kepada Tempo.

    Benda-benda tersebut adalah bagian dari seluruh koleksi berjumlah 7.695 dari warisan budaya Sasak Mbojo Samawa NTB yang ada di museum itu. Pameran yang berlangsung sampai Rabu 4 Desember 2019 itu, menjadi daya tarik kunjungan wisatawan sekaligus media untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya.

    Selama ini, setiap harinya Museum NTB dikunjungi rata-rata sebanyak 250 orang. Di antaranya adalah wisatawan mancanegara asal Jerman, Korea, Amerika Serikat, Australia dan sebagai negara lainnya. "Pintu pertama yang dikunjungi wisatawan kapal pesiar adalah museum ini," ujar Zubair Muslim.

    Bedil panah dan snorkel serta fin (kaki katak) yang biasa digunakan untuk memburu ikan di perairan dangkal. Dok. Museum Negeri NTB

    Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bunyamin menjelaskan benda-benda nelayan yang dipamerkan antara lain berupa sorok untuk menangkap ikana teri, kemudian ada jaring berbagai ukuran untuk menangkap berbagai jenis ikan, alat bantu untuk menaikkan ikan berupa seser dan pengkoeh atau sangket.

    Terdapat pula alat bantu penerangan di laut guna memikat ikan di antaranya lampu badai, lampu petromaks, senter, lampu kepala dan lampu LED menggunakan aki atau genset. ''Juga ada petunjuk cara ramah berburu ikan,'' ucapnya.

    Di dalam list yang dipasang tercantum spear gun, pokek, kaca mata selam, bedil panah, masker dan snorkel, fins (kaki katak).

    Kepala Museum Negeri NTB Zubair Muslim mengungkapkan bahwa peran nelayan sangat luar biasa dalam kehidupan masyarakat Lombok. “Hal ini juga didukung dengan fasilitas sarana yang dulu seadanya, namun semakin maju zaman maka semakin maju fasilitas yang digunakannya," katanya.

    Selain itu, dari 7.695 Koleksi warisan budaya yang terdapat di Museum Negeri NTB, sekitar dua persen koleksi yang dikeluarkan dalam pameran itu. Zubair menjelaskan bahwa pengumpulan koleksi yang ada di pameran didapat dari berbagai penjuru. "Alat-alat yang ada disini sebagian didapat dari warisan nenek moyang, ada juga dari nelayan yang memberikan langsung alat yang mereka punya," imbuhnya.

    Zubair juga menyebutkan bahwa museum memiliki tugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Museum memberi informasi mengenai keberadaan benda-benda peninggalan pada zaman dahulu, agar dapat diketahui oleh masyarakat pada masa kini. Kebesaran nilai usaha orang dulu sangat luar biasa dan patut dihargai, karena itu merupakan kearifan budaya. Agar generasi sekarang belajar atau mengetahui berjuang memenuhi kehidupan sehari-hari, dengan menangkap ikan.

    Sewaktu membuka pameran tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Rusman, mengatakan bahwa nelayan adalah pejuang optimistis. Nelayan adalah sosok yang memiliki pekerjaan yang tidak berhenti untuk optimis, karena mereka tidak tahu apa yang akan didapatkannya hari ini atau esok.

    Beragam jaring ikan juga ditampilkan dalam pameran yang didedikasikan untuk kehidupan nelayan. Dok. Museum Negeri NTB

    "Mereka terus mencari cara untuk bisa mendapat ikan yang banyak. Tetapi karena optimis maka semangat hidupnya terus berkembang,” kata Rusman

    Ia juga mengharapkan agar cara, praktek dan inovasi baru dapat dipersembahkan untuk Museum Negeri. Dengan beragamnya koleksi, museum kebanggaan NTB itu  dapat menjadi museum hebat. “Terus ikhtiarkan agar museum dapat terus berkembang," ujarnya.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.