Wisata Kuliner Ada Menu Nasi Merah, Coba Dites Dulu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nasi merah. shutterstock.com

    Ilustrasi nasi merah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bandung - Saat wisata kuliner dan mampir ke rumah makan yang menawarkan nasi merah, sebaiknya tes dulu nasi merahnya. Musababnya, bisa jadi nasi merah yang disuguhkan bukan nasi merah yang sesungguhnya.

    Pemandu wisata Syahrizal mengatakan, terkadang ada rumah makan yang nakal yang membuat nasi merah dari tinta cumi. "Kalau yang sudah terbiasa makan nasi merah akan tahu perbedaannya," kata Syahrizal saat memandu wisata di Bandung, Jawa Barat, Rabu 27 November 2019.

    Pemandu wisata di Bandung, Jawa Barat, Syahrizal. TEMPO | Rini Kustiani

    Nasi merah yang asli akan terasa lebih pera saat disantap dan membuat perut lebih cepat kenyang. Adapun nasi merah dari tinta cumi berasal dari beras pulen dan lebih legit

    Syahrizal melanjutkan, rumah makan yang menyediakan nasi merah dari tinta cumi umumnya tidak menawarkan jenis makanan berkuah, seperti sup atau sayur asem. "Karena kalau tercampur air, tinta cumi pada nasi akan luntur," kata dia.

    Di Bandung, nasi merah biasanya dihidangkan dengan sajian tradisional, seperti ikan peda, ikan asin sepa, sayur asem, sambal, dan lalapan tentunya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?