Tren Traveling, Milenial Menganggapnya Investasi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tebing bekas tambang pasir ini jadi spot wisata milenial Jakarta dan sekitarnya, Tebing Koja di Tangerang itu dijuluki pula kandang Godzilla. Foto: @abimanyu17

    Tebing bekas tambang pasir ini jadi spot wisata milenial Jakarta dan sekitarnya, Tebing Koja di Tangerang itu dijuluki pula kandang Godzilla. Foto: @abimanyu17

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren industri kreatif agaknya terus muncul karena dorongan teknologi digital. Ben Wirawan Sudarmadji, seorang pelaku industri kreatif di bidang travel, melihat tren berwisata yang semakin berkembang terutama kalangan milenial.

    "Kalangan milenial sebagai generasi yang tumbuh besar sudah bersama dunia digital, alat digital dan media sosial," kata Pimpinan Eksekutif (CEO) Torch-Traveling Gear Ben Wirawan Sudarmadji kepada TEMPO dalam acara Creative Economy Review di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa, 26 November 2019.

    Ben menjelaskan, pertumbuhan tren traveling pada kalangan milenial dipicu oleh pelayanan digital. "Sistem pemesanan (booking) dan model transportasi yang mudah, itu membuat keduanya (traveling dan industri kreatif berbasis teknologi) mungkin tumbuh bersama," ujarnya.

    Pertumbuhan minat traveling pada kalangan milenial juga ihwal cara pandang mereka. Menurut Ben, generasi Y atau milenial percaya bahwa kegiatan traveling juga sebuah investasi.

    "Berbeda dengan generasi sebelumnya mengutamakan pembelian untuk kepemilikan. Generasi X misalnya, yang investasi ingin punya rumah," tuturnya.

    Berwisata bagi kalangan milenial merupakan bentuk lain dari investasi. Dok. Istimewa

    Ben menganggap pandangan kalangan milenial tentang traveling termasuk sikap atas kepercayaan terhadap investasi pribadi. Namun tidak untuk urusan kepemilikan.

    "Sekarang semua sharing (berbagai), contohnya penggunaan transportasi online. Itu (transportasi online) bukan punya (dimiliki pribadi), tapi sharing (berbagi)," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.