Bayi-Bayi Itu Menyerang Pria Dewasa di Vigeland Sculpture Park

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Vigeland Sculpture Park. Foto: Byarkivet/Oslo Kommune

    Taman Vigeland Sculpture Park. Foto: Byarkivet/Oslo Kommune

    TEMPO.CO, Jakarta - Di jantung Oslo ibu kota Norwegia, terdapat taman yang digunakan warga bersantai, Vigeland Sculpture Park. Daya tarik utama taman itu, bukanlah bunga-bungaan yang dekoratif. Namun ratusan patung yang "bergerak" memukau.

    Taman artistik dan estetik itu dibangun oleh Gustav Vigeland. Ia lahir sebagai Adolf Gustav Thorsen, adalah seorang pematung Norwegia. Gustav Vigeland menempati posisi khusus di antara pematung Norwegia, baik dalam kekuatan imajinasi kreatifnya maupun dalam produktivitasnya.

    Puncak karyanya ia tuangkan dalam sebuah taman, Frogner Park, Oslo ibu kota Norwegia. Taman itu kini dinamai Vigeland Sculpture Park atau Taman Patung Vigeland – untuk menghormati ia dan karya-karyanya. Yuk mengintip isi Taman Patung Vogeland.

    Patung bayi menyerang manusia dewasa di Vigeland Sculpture Park. Foto: Cyansnapdragon/Flickr.com

    Di taman itu, manusia menjadi inspirasi. Meskipun bukan karya abstrak, namun bentuk-bentuk surealis manusia sangat kuat. Apa yang kita pikirkan mengenai kehidupan manusia, seperti divisualkan Vigeland dalam simbol-simbol aktivitas manusia.  

    Taman ini berisi 212 patung perunggu dan granit yang dibuat oleh Vigeland. Dia bekerja selama hampir 20 tahun, dari tahun 1924 hingga 1943, dan menyumbangkan pahatannya itu untuk kota Oslo.

    Patung-patung berkisar pada topik dari representasi manusia dalam situasi sehari-hari, seperti berjalan, duduk, berpegangan tangan, ke subjek yang lebih simbolis seperti "Manusia Diserang oleh Bayi," untuk karya-karya yang sangat abstrak, yang mewakili kompleksitas kehidupan manusia.

    The Monolith mengisahkan manusia dari asal dan ingin menjangkau hal yang ilahiah. Foto: Eugene Phoen/creativecommons.com

    Di antara highlights dari taman adalah "The Fountain," yang awalnya dirancang menjadi penghias di halaman gedung Parlemen Norwegia. Lokasi ini, bagaimanapun, terbukti kontroversial. Patung ini terdiri dari 60 relief perunggu individu yang mewakili lingkaran kehidupan, dengan patung-patung anak-anak, remaja, orang tua, dan kerangka. Akhirnya, ia dijadikan salah satu koleksi di Frogner Park.

    Selain The Fountain, "The Monolith" menjadi titik fokus taman. Ini adalah patung setinggi 14,12 meter, sangat simbolis yang terdiri dari 121 sosok manusia yang saling terkait, dimaksudkan untuk mewakili keinginan manusia untuk menjangkau yang ilahiah. Patung monolit itu, dibuat lebih dari 14 tahun dan melibatkan karya seniman itu sendiri serta tiga pemahat batu lainnya. The Monolith juga dikitari 36 patung, yang berada di dataran tinggi di sekitar patung itu.

    Patung ibu dengan banyak anak dan lelaki yang membantu lelaki lain, mengundang perasaan iba, yang jadi bagian Vigeland Sculpture Park. Foto: Antti Nissinen/creativecommons.com

    Tema patung lainnya adalah "The Wheel of Life" adalah jam matahari yang diposisikan di ujung sumbu, sejarak 850-meter dari The Monolith. Secara tematis, ini melanjutkan motif perjalanan-kehidupan yang lazim di seluruh taman. Itu mewakili keabadian, dengan empat sosok manusia dan seorang bayi terkunci dalam sebuah lingkaran, mengambang dalam harmoni.

    Vigeland terus bekerja di taman sampai akhir hidupnya. Sejak dibuka untuk umum pada tahun 1940, taman ini telah menjadi area piknik favorit bagi warga Oslo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.