Ini Dia Tiga Program Kemitraan Traveloka-WWF Indonesia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengabadikan tanaman hutan purba di dasar goa Jomblang, desa Pacarejo, kecamatan Semanu, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Rabu (20/06/2012). Goa Jomblang sedalam 60 meter dan goa vertikal Luweng Grubug sedalam 90 meter yang diyakini sebagai tempat pembantaian anggota-anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) ini mengundang minat wisatawan dalam dan luar negeri untuk wisata alam petualangan bawah tanah, ekowisata dengan daya tarik utama berupa hutan purba, sungai bawah tanah dan pesona

    Wisatawan mengabadikan tanaman hutan purba di dasar goa Jomblang, desa Pacarejo, kecamatan Semanu, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Rabu (20/06/2012). Goa Jomblang sedalam 60 meter dan goa vertikal Luweng Grubug sedalam 90 meter yang diyakini sebagai tempat pembantaian anggota-anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) ini mengundang minat wisatawan dalam dan luar negeri untuk wisata alam petualangan bawah tanah, ekowisata dengan daya tarik utama berupa hutan purba, sungai bawah tanah dan pesona "cahaya surga". TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, JakartaTraveloka bermitra dengan lembaga konservasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Kemitraan itu sebagai awal kerja sama pariwisata berkelanjutan. Ada tiga program terkait kemitraan tersebut, yaitu Signing Blue, MyBabyTree, dan edukasi pariwisata.

    Signing Blue mendorong mitra akomodasi untuk bergabung dengan program keanggotaan penilaian dari WWF-Indonesia, "Signing Blue upaya untuk memperkecil kesenjangan (industri pariwisata) itu," kata Direktur Konservasi WWF-Indonesia Lukas Adhyakso saat jumpa media di Greenhouse Coworking and Office Space, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019.

    Program Signing Blue dimaksudkan untuk membantu hotel meningkatkan praktik dalam konservasi lingkungan. Kemudian, terkait pula dengan kelestarian hayati laut dan memastikan pemberdayaan masyarakat setempat.

    "Keberadaan hotel akan mempengaruhi lingkungan sekitar dan wisatawan," ucap Manajemen Pemasaran dan Akomodasi Traveloka John Safenson.

    Wisatawan yang berlibur di ekowisata Petungkriyono Pekalongan bisa menginap di omah kayu yang tersedia. ANTARA

    Ia menambahkan, praktik industri perhotelan perlu menerima saran dan edukasi. "Edukasi dalam hal jangan hanya melihat faktor ekonomi, tapi lingkungan hidup yang kesinambungan," ujarnya.

    John mafhum, perhotelan berhubungan langsung dengan praktik bisnis konsumsi. Ia mencontohkan, semisal air mineral kemasan botol plastik yang disediakan dalam kamar, "Pihak mitra bisnis bisa (edukasi) untuk mengurangi (konsumsi) yang menggunakan bahan plastik," tuturnya.

    Sementara program MyBabyTree merupakan upaya semua pihak pariwisata melindungi hutan Indonesia. Program itu untuk meningkatkan pengelolaan hutan agar memberi manfaat bagi keanekaragaman hayati dan masyarakat. Pohon yang diadopsi akan ditanam di lahan-lahan kritis oleh kelompok masyarakat dengan pendampingan WWF-Indonesia.

    Penandatanganan kerja sama Traveloka dengan WWF Indonesia di Greenhouse Coworking and Office Space, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Kemudian hal ketiga, yakni edukasi mengenai pariwisata yang bertanggung jawab. Kolaborasi Traveloka dan WWF-Indonesia untuk menjalankan kampanye tersebut.

    “Sebagai sebuah perusahaan yang memfokuskan pada industri pariwisata, Traveloka menyadari hal penting peran untuk edukasi seluruh pihak yang terlibat," kata Direktur Hubungan Masyarakat Traveloka Sufintri Rahayu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.