Dasan Cermen, dari Kampung Kumuh Jadi Desa Wisata

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain peresean adu tangkas menyambut kunjungan para wartawan dan blogger. TEMPO/Supriyantho Khafid

    Para pemain peresean adu tangkas menyambut kunjungan para wartawan dan blogger. TEMPO/Supriyantho Khafid

    TEMPO.CO, Mataram - Kamis (14/11) pagi itu, lebih 60 orang pegiat blog dan wartawan turun dari bus wisata. Mereka disambut tarian gendang beliq di pinggir jalan menuju Kantor Kelurahan Dasan Cermen. Mereka melewati Pasar Tenten (pasar pagi) dan disambut Lurah Dasan Cermen Henny Suyasih (41). Ia merupakan lurah perempuan termuda di Kota Mataram menyambut rombongan itu.

    Ini bukan kunjungan pertama kali di Dasan Cermen. Rombongan wisatawan dengan berbagai latar belakang, kerap menyambangi kelurahan tersebut. Sebelumnya, 1 November 2019 lalu, sebanyak 40 orang pengurus PKK terbaik di Provinsi Bali juga mengunjungi Dasan Cermen.

    Mereka ingin melihat berbagai kegiatan yang dilakukan Kampung Berseri Astra (KBA) di Nusa Tenggara Barat. KBA adalah program pembinaan yang dilaksanakan oleh Astra. Sebelum tersentuh program KBA, Dasan Cermen merupakan kampung yang kumuh.

    Namun sejak 2016 kekumuhan di kelurahan itu disulap menjadi desa wisata. “Padahal desa ini secara alam tidak ada potensinya,” kata Henny Suyasih.

    Kelurahan Dasan Cermen berada di perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Lahannya tidak luas. Umumnya, pekerjaan warganya adalah buruh tani. Desa ini bangkit dari kekumuhannya setelah tersentuh program corporate social responsibility (CSR) Astra. Berawal dari bangkitnya lima lingkungan di Kelurahan Dasan Cermen. "Astra punya empat pilar kontribusi," ujar Koordinator ASTRA Group Thomy Arga Budhi Pratomo.

    Program CSR dari Astra yang dimulai pada 2018 itu, memiliki empat pilar: pendidikan, lingkungan, kewirausahaan dan kesehatan, pada 2018 kemarin. Berkat bimbingan teknis dari Astra, Kelurahan Dasan Cermen memenangkan predikat sebagai kelurahan terbaik Provinsi Nusa Tenggara Barat.

    Pintu masuk di Desa Wisata Dasan Cermen. TEMPO/Supriyantho Khafid

    Sejak itu, Kelurahan Dasan Cermen mulai didatangi para pelajar, mahasiswa dan kunjungan dinas yang hendak melakukan penelitian ataupun studi tiru (istilah lain studi banding). "Akhirnya Dasan Cermen kami tetapkan sebagai desa wisata edukasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.