5 Lumpia yang Rasanya Juara di Semarang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lumpia. TEMPO/Gilang Mustika Ramdani

    Lumpia. TEMPO/Gilang Mustika Ramdani

    TEMPO.CO, Jakarta - Semarang salah satu kota di Indonesia yang memiliki sejarah peranakan -- etnik Cina perantauan -- yang sangat kuat. Budaya Cina melebur ke dalam kehidupan warga sehari-hari termasuk kuliner. 

    Salah satu kuliner Semarang yang paling diminati wisatawan berupa lumpia. Lumpia merupakan kulinet peranakan yang memadukan cita rasa Tionghoa dengan Jawa.

    Lumpia terbuat dari rebung, telur, dengan isian daging ayam atau udang dibungkus dengan kulit lumpia. Nahlumpia dipercaya dibuat pertama kali oleh keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang lokal di Semarang.

    Kini, lumpia sangat mudah ditemukan di Semarang. Inilah lima lokasi yang lumpianya terkenal lezat, yang dinukil dari Bisnis.com

    1. Lumpia Gang Lombok

    Salah satu lumpia legendaris di Semarang adalah Lumpia Gang Lombok. Lumpia Gang Lombok merupakan salah satu pelopor lumpia. Tokonya berada di Jalan Gang Lombok nomor 11 ini, dikelola oleh generasi ketiga dari pencipta lumpia semarang. 

    Rasa otentik udang yang tercampur rebung semakin lezat dengan saus khasnya. Satu Lumpia Gang Lombok dibandrol sekitar Rp 15.000 dengan varian goreng dan basah. Sambil menikmati Lumpia Gang Lombok, pengunjung bisa merasakan suasana zaman dulu di sekitaran warung.

    Pengunjung menikmati lumpia saat berbuka puasa di gerai Lumpia Delight, Semarang, 14 Juli 2015. Pemudik bisa membeli makanan ringan khas kota Semarang ini pada saat melintas di jalur Pantura Jateng. TEMPO/Budi Purwanto

    2. Loenpia Mbak Lien

    Selain Lumpia Gang Lombok, Loenpia Mbak Lien juga salah satu lumpia legendaris di Semarang. Dikelola oleh generasi keempat, ciri khas dari Loenpia Mbak Lien berupa racikan daging ayam kampung dicampur dengan udang pada isiannya. Harga seporsi Loenpia Mbak Lien sekitar Rp 16.000.

    Loenpia Mbak Lien berada di Gang Grajen, Jl. Pemuda No.1, yang sebenarnya banyak yang menjajakan lumpia, namun Mbak Lien masih menjadi favorit di kawasan ini. Suasana khas Jawa zaman dulu memberikan suasana tersendiri saat menikmati lumpia di sini. 

    3. Lumpia Mataram

    Bila menyebut lumpia lezat, jangan lupakan Lumpia Mataram. Mulai membuka dagangannya sejak 1988, hingga kini hanya ada satu warung Lumpia Mataram di Semarang. Tepatnya di Jalan MT Haryono No 533 A. Sama dengan Loenpia Mbak Lien, Lumpia Mataram merupakan generasi keempat dari pencipta lumpia di Semarang.

    Menawarkan berbagai variasi lumpia baik goreng ataupun basah, daya tarik Lumpia Mataram yaitu sausnya. Pengunjung datang ke Lumpia Mataram untuk menikmati kulit lumpia garing yang dicocol ke saus manis. Harga satu lumpia sekitar Rp 14.000.

     4. Lumpia Cik Me Me

    Pemiliknya adalah Meliani Sugiarto atau dikenal Cik Me Me, yang merupakan generasi kelima lumpia Semarang.

    Ciri khas Lumpia Cik Me Me yaitu inovasi dan konsep modern pada lumpia Semarang tanpa mengubah bahan baku utama. Sajian lumpianya bervariasi. Tidak hanya isian daging ayam dan udang, di sini pengunjung bisa menikmati lumpia dengan isian daging kakap, kepiting, jamur, dan lain-lain.

    Seorang karyawan sedang menuang kuah lumpia di gerai Lumpia Delight, Semarang, 14 Juli 2015. Pemudik biasanya memburu makanan khas di jalur Pantura untuk keperluan oleh oleh buat keluarga di kampung. TEMPO/Budi Purwanto

    Terletak di Jalan Gajah Mada 107, pengunjung merasakan kenyamanan dengan fasilitas Lumpia Cik Me Me saat makan di tempat. Harga Lumpia Cik Me Me dibandrol berkisar Rp 8.000 - Rp 20.000.

     5. Lunpia Semarang Sari Rasa

     Nah, jika sebelumnya lumpia-lumpia yang berasal dari satu garis keturunan lumpia Semarang, kali ini tempat yang harus dicoba diluar dari generasi keluarga lumpia semarang. Lunpia Sari Rasa, buatan orang lokal Semarang tidak kalah dengan resep Tionghoa.

    Lokasinya berada di Jalan Anjasmoro Raya No. 58, Karangayu untuk menikmati Lunpia Sari Rasa. Selain Sari Rasa, terdapat beberapa lumpiayang bukan resep Tionghoa seperti Lumpia Pak Sastro dan Lumpia 57 tidak kalah rasanya dengan generasi lumpia Semarang.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.