Dua Orang Baru di RedDoorz Untuk Target 2020

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan memesan jauh-jauh hari, wisatawan bisa menyesuaikan jumlah kamar dan anggaran dalam wisata grup. Foto: @reddoorzid

    Dengan memesan jauh-jauh hari, wisatawan bisa menyesuaikan jumlah kamar dan anggaran dalam wisata grup. Foto: @reddoorzid

    TEMPO.CO, Jakarta - RedDoorz, platform manajemen dan pemesanan hotel online mengumumkan dua orang rekrutan anyar di posisi eksekutif. Mereka bakal memperkuat jajaran tim senior di level regional, guna mempercepat raihan pertumbuhan pada tahun 2020.

    Rekrutan pertama Jupe Tsui, sebelumnya adalah CFO Oriente dan Regional Finance Director booking.com. Ia ditunjuk untuk menempati posisi Chief Financial Officer. Dan kedua Liviu Nedef, yang sebelumnya menjabat Head of Marketing HOOQ. Ia kini bergabung dengan RedDoorz sebagai Group Senior Vice President of Marketing.

    “RedDoorz tumbuh signifikan sebanyak lima kali dalam rentang 12 bulan terakhir dan kami ingin melanjutkan tren pertumbuhan tersebut di tahun 2020,” ucap Chief Executive Officer sekaligus pendiri RedDoorz, Amit Saberwal.

    Mereka ditargetkan memperkuat strategi komersial, mengontrol lebih ketat biaya operasional, mengembangkan kampanye merek yang lebih berdampak, dan memperkaya pengalaman yang dirasakan konsumen dengan dukungan teknologi terkini.

    “Tentu saja kami membutuhkan tim yang kaya pengalaman di bidangnya masing-masing. Hal ini untuk memastikan bahwa RedDoorz dapat menjawab kebutuhan bisnis di masa sekarang maupun di masa mendatang,” ujar Amit Saberwal.

    RedDoorz ingin menghadirkan pengalaman unik bagi konsumen. Foto: @reddoorzid

    Sebagai Chief Financial Officer untuk RedDoorz, Jupe Tsui akan bertanggung jawab untuk memperkuat strategi pertumbuhan RedDoorz secara finansial. Ia juga dituntut mengimplementasikan berbagai inisiatif finansial terbaru. Jupe Tsui memiliki pengalaman profesional selama hampir 30 tahun di beberapa perusahaan multinasional berkelas dunia.

    Terakhir, Tsui menjabat sebagai Regional CFO di Oriente, perusahaan inovasi teknologi berbasis data-science yang membantu berbagai komunitas yang membutuhkan bantuan finansial di negara berkembang di Asia.

    Tsui sebelumnya juga bergabung dengan booking.com sebagai Regional Finance Director. Di booking.com, ia berperan penting memimpin departemen keuangan yang terdiri dari 150 orang, untuk meraih pertumbuhan pesat dalam empat tahun berturut-turut.

    Tsui bergabung dengan RedDoorz di saat pertumbuhan perusahaan sedang menanjak, “Saya sangat bersemangat bergabung dengan perusahaan yang tidak hanya telah mengubah industri perhotelan yang sebelumnya konvensional, akan tetapi juga memiliki kemampuan fokus dan determinasi yang kuat untuk memberikan manfaat dan keuntungan bagi konsumen dan juga pemilik hotel berbintang tiga ke bawah di Asia Tenggara,” jelas Tsui.

    Sedangkan Liviu Nedef menempati posisi yang baru dibentuk sebagai Group Senior Vice President of Marketing di RedDoorz. Misi Liviu adalah semakin memperkuat posisi RedDoorz sebagai pemimpin pasar platform pemesanan hotel dengan biaya terjangkau di Asia Tenggara.

    Liviu berpengalaman hampir 15 tahun memimpin berbagai tim marketing di beberapa perusahaan digital, konten, dan e-commerce untuk meraih pertumbuhan yang cepat, termasuk di antaranya HOOQ dan Lazada.

    “RedDoorz adalah perusahaan yang sangat menarik yang mendefinisikan ulang pengalaman menginap bagi jutaan wisatawan di Asia Tenggara. Saya senang sekali bergabung dengan Amit dan tim dengan pekerjaan penting untuk membangun persepsi yang baik terhadap merek dan memberikan perspektif yang baru kepada konsumen di kawasan regional,” ujarnya.

    Amit Saberwal menambahkan, perekrutan dua eksekutif senior ini semakin memperkuat tim untuk mempercepat pertumbuhan RedDoorz di kawasan regional. RedDoorz meraih berbagai pencapaian pada tahun 2019, termasuk di antaranya mendapatkan US$70 juta sebagai bagian besar dari pendanaan seri C. Hingga kini, RedDoorz telah meraih sekitar US$140 juta sejak berdiri di tahun 2015.

    Dengan memesan kamar jauh-jauh hari, bepergian sendirian maupun dengan grup, jadi lebih mudah. Foto: @reddoorzid

    Selain itu, RedDoorz menjadi jaringan hotel dengan harga terjangkau pertama yang meraih 600 ribu hunian kamar per bulan di Asia Tenggara pada September 2019. Pencapaian tersebut meyakinkan RedDoorz untuk dapat meraih satu juta hunian kamar dalam satu bulan yang ditargetkan akan tercapai pada Desember 2019.

    RedDoorz saat ini beroperasi di Asia Tenggara dan mengoperasikan lebih dari 1.500 jaringan penginapan di 120 kota yang tersebar di Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. RedDoorz juga akan semakin menancapkan pengaruhnya di kawasan dengan memasuki pasar Thailand pada awal 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.