12 Tempat Bersejarah Berisiko Tenggelam Seperti Venesia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Rabu, 13 November, Venesia, Italia, mengalami banjir terburuk dalam sejarahnya. Air sedalam lebih dari 1,8 meter merendam banyak situs bersejarah yang paling dihormati di Eropa.

    Meskipun Venesia tidak asing dengan banjir, minggu ini adalah yang paling ekstrem yang pernah terjadi dalam 50 tahun terakhir. Ketika perubahan iklim mendorong permukaan air laut lebih tinggi, banjir seperti ini — atau lebih buruk — cenderung menjadi lebih rutin.

    Venesia bukan satu-satunya tempat yang berisiko tenggelam. Banjir yang lebih ekstrem dan lebih sering sama besarnya membuat kekhawatiran di Florida, Bahama dan Puerto Riko. Mereka menghadapi badai yang semakin kuat, dan angin musim yang lebih kuat berkontribusi terhadap banjir berbahaya hingga ke Asia Tenggara.

    Dan banjir terkait perubahan iklim tidak terbatas pada properti tepi laut. Pasalnya, gletser yang meleleh bisa menyebabkan wilayah di pegunungan menjadi jalur banjir. Berikut kota-kota bersejarah yang terancam banjir seperti di Venesia, dinukil dari Atlas Obscura.

    Libreria Acqua Alta adalah toko buku yang kerap kebanjiran manakala air pasang. Foto: Zacko Falltrades/Atlas Obscura

    Libreria Acqua Alta, Venesia, Italia

    Toko buku di Venesia ini telah bekerja keras menghindarkan koleksi bukunya dari banjir, dengan meletakkan buku-bukunya di bak mandi dan perahu. Toko buku Libreria Acqua Alta memiliki arti Toko Buku Air Tinggi. Didirikan oleh Luigi Frizzio pada tahun 2004, dan langsung menjadi daya tarik turis. Suasana toko buku ini memang unik.

    Libreria Acqua Alta juga menyediakan buku-buku baru dan bekas, menjadi magnet utama untuk menjadikannya sangat terkenal. Buku-buku lama yang tak laku atau rusak, dijadikan ornamen penghias toko.

    Lukisan di salah satu rumah orang kaya di Pompei yang selamat dari erupsi Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Di dalam terdapat koleksi lukisan Roma pada awal abad yang masih utuh. Foto: Elfqrin/Atlas Obscura

    Villa dei Misteri, Pompei, Italia

    Villa dei Misteri di Pompei, Italia, dikubur dalam abu vulkanik setebal puluah meter, saat erupsi Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi, yang menghancurkan Pompei, Herculaneum, dan kota-kota terdekat lainnya. Vila ini sebagian besar tidak rusak, dan lukisan-lukisan kuno masih didapati dalam keadaan utuh. Lukisan-lukisan itu, jadi beberapa contoh lukisan Romawi kuno yang tersisa.

    Nama "Villa Misteri," disematkan para arkeolog dari serangkaian lukisan dinding yang berasal dari abad ke-1. Lukisan itu menggambarkan ritual seorang wanita muda dalam misteri agama Yunani-Romawi, yang didedikasikan untuk Bacchus, dewa anggur, kesuburan, dan ekstasi keagamaan. Vila ini berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari reruntuhan utama Pompei.

    Hotel Belvedere dibuka pada tahun 1985, hotel ini memiliki lebih dari 200 kamar, helipad, dan dermaga kapal pribadi. Foto: Mimble/Atlas Obscura

    Hotel Belvedere, Dubrovnik, Kroasia

    Tepat di luar Dubrovnik, di tebing dengan pemandangan kota yang indah, terdapat Hotel Belvedere yang dulunya megah. Hotel mewah ini hanya beroperasi selama enam tahun di akhir abad ke-20. Sejak saat itu, dibiarkan runtuh ke laut. Hotel yang memiliki 18 lantai itu, menawarkan pemandangan teluk ke arah Kota Tua Dubrovnik dan Pulau Lokrum

    Ketika hotel dibuka pada tahun 1985, hotel ini memiliki lebih dari 200 kamar, helipad, dan dermaga kapal pribadi. Sejak Perang Kemerdekaan Kroasia, hotel ini terbengkalai. Selama pengepungan Dubrovnik pada tahun 1991 oleh Serbia, puluhan pengungsi Kroasia berlindung di balik tembok-temboknya yang terlantar.

    Pada 2014, properti itu dijual dalam lelang publik. Miliarder Rusia Viktor Vekselberg, membeli kompleks itu seharga 12 juta euro (sekitar US$14 juta dolar). Rencananya akan dibangun kembali dalam model yang lebih sederhana dibanding desain aslinya yang besar.

    Kuburan kuno Thopet yang penuh teka-teki, diyakini telah digunakan untuk upacara pengorbanan anak-anak dan hewan. Foto: Giraud Patrick/Atlas Obscura

    Tophet di Carthage, Tunisia

    Thopet berada di pusat salah satu perdebatan arkeologis yang paling kontroversial di sekitar wilayah Afrika Utara. Thopet pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Kartago kuno. Kuburan kuno yang penuh teka-teki itu, diyakini telah digunakan untuk upacara pengorbanan anak-anak dan hewan.

    Situs pemakaman Carthage (Kartago), Tunisia, serta yang lainnya di wilayah itu, ditemukan pada abad ke-20. Bersamaan dengan penemuan makam, ditemukan pula guci penguburan berisi abu hasil kremasi dan fragmen tulang anak-anak muda. Lebih dari 20.000 guci yang terkubur di bawah stelae (lempengan batu dengan prasasti) ditemukan di tophet di Carthage, yang merupakan salah satu kuburan terbesar dari periode Fenisia.

    Erosi di pantai Ten Thousand Island, membuat struktur rumah kubah (Dome House) itu terganggu. Foto: Mafrci Seamples/Atlas Obscura

    Rumah Kubah Cape Romano, Florida

    Dibangun di Florida pada tahun 1981, di selatan Pulau Marco, Dome House atau rumah kubah, hanya dapat diakses melalui air. Dome House ultra-modern tersebut adalah kompleks iglo beton kaku, yang perlahan-lahan ditenggelamkan laut.

    Sejumlah legenda bermunculan di sekitar asal-usul gugusan kubah yang hancur di ujung Cape Romano itu. Dari alien hingga sekte rahasia. Sejatinya, bangunan itu milik pensiunan pengusaha minyak, Bob Lee. Struktur ini dibangun pada 1981 yang ditujukan untuk rumah liburan, yang ramah lingkungan untuk keluarganya. Peghangat ruangannya menggunakan api, dengan atap kubah, agar air hujan langsung turun ke penampungan. Nantinya digunakan untuk mandi dan mencuci.

    Namun proyek ini kacau balau oleh angin topan. Lalu erosi di pantai Ten Thousand Island, membuat struktur rumah kubah itu terganggu. Kubah-kubah beton itu hanya bertahan hidup berkat pilar beton yang mengangkatnya di atas permukaan air.

    Benteng Castillo dibangun oleh Spanyol pada abad ke-17 untuk menjaga rute perdagangan mereka, dari gangguan Inggris dan bangsa Eropa lainnya. Dok. National Parks Service

    Castillo de San Marcos, Florida

    Berlayar di sepanjang Teluk Matanzas di pantai Florida, wisatawan dengan mudah melihat menara abu-abu Castillo de San Marcos, benteng bersejarah di St. Augustine. Benteng itu dikenal karena dinding bentengnya yang tak bisa dipecahkan.

    Benteng itu dibangun oleh Spanyol pada abad ke-17 untuk menjaga rute perdagangan mereka, dari gangguan Inggris dan bangsa Eropa lainnya. Puncaknya, Castillo diserang oleh Inggris beberapa kali. Ajaibnya, benteng ini tak mempan ditembaki dengan meriam dalam pengepungan pengepungan selama dua bulan pada tahun 1702. Benteng itu tak pecah meski dihujani peluru meriam. Sebaliknya, tembok batunya seperti "menelan" bola Meriam. Pasukan Inggris menggambarkan bola meriam seolah-olah menusukkan pisau ke dalam keju."

    Lalu 300 tahun kemudian, tim peneliti dibentuk yang melibatkan Laboratorium Penelitian Angkatan Darat A.S. Mereka menemukan rahasia dinding Castillo. Dindingnya dibangun dari coquina, sejenis batuan sedimen yang terbentuk dari cangkang organisme laut yang mati.

    Tidak seperti jenis batu lain yang retak ketika terkena proyektil, partikel-partikel kerang kecil coquina adalah cairan dan memiliki kemampuan untuk perombakan, bertindak lebih seperti busa daripada batu. Itu sebabnya dinding tidak pernah rusak.

    Mercusuar Great Isaac Cay didirikan pada tahun 1850-an untuk mencegah hilangnya kapal dagang di Segitiga Bermuda. Foto: Michael McGary/Atlas Obscura

    Great Isaac Cay, Bahama

    Mercusuar Great Isaac Cay didirikan pada tahun 1850-an untuk mencegah hilangnya kapal dagang di Segitiga Bermuda. Tingginya 46 meter dan berdiri di atas pulau karang raksasa, yang sulit didarati.

    Selama lebih dari seabad pulau tandus ditempati oleh penjaga mercusuar, tetapi pada tanggal 4 Agustus 1969, diketahui bahwa penjaga mercusuar hilang. Tubuh mereka tidak pernah ditemukan. Otoritas Bahama menduga, badai beberapa hari sebelumnya telah menyapu mereka. Usai kejadian itu, mercusuar tersebut diganti dengan lampu otomatis. Menyala tiap 15 detik, agar dilihat pelaut hingga 23 mil laut jauhnya.

    Mesin-mesin perang militer Amerika Serikat (AS) berserakan di Pantai Flamenco, di Pulau Culebra, Puerto Rico. Foto: Bowie Snodgrass/Flickr.com

    Pantai Flamenco, Puerto Rico

    Mesin-mesin perang militer Amerika Serikat (AS) berserakan di Pantai Flamenco, di Pulau Culebra, Puerto Rico. Tank-tank yang berserakan itu menjadi sasaran graffiti sekaligus latihan menembak. Pulau Culebra di Puerto Rico adalah rumah bagi pantai-pantai tropis yang menakjubkan dan suaka margasatwa yang subur.

    Namun tepat sebelum Perang Dunia II, Angkatan Laut AS menggunakan pulau yang indah itu untuk menguji tentara dan bom mereka, meninggalkan sejumlah tank berkarat di hutan belantara.

    Pantai Flamenco khususnya, digunakan latihan mulai tahun 1939 -- sebagai petunjuk atas keterlibatan Amerika dalam Perang Dunia Kedua. Pengujian dan pelatihan berlanjut selama perang dan sesudahnya, dan sementara tidak ada pangkalan besar diciptakan, banyak peralatan dan persenjataan dipindahkan ke pulau itu.

    Lambat laun pengujian dan latihan Angkatan Laut di pulau itu mulai mengganggu warga. Pada awal 1970-an, protes keras penduduk mengakibatkan militer AS mengangkuti peralatannya, dan meninggalkan sebagian tank-tank.

    Kuil Wat Mahathat didirikan pada abad ke-18, bahkan sebelum berdirinya Bangkok (1782). Foto: Heinrich Damm/Atlas Obscura

    Wat Mahathat (Kuil Relik Agung), Bangkok, Thailand

    Kuil Wat Mahathat didirikan pada abad ke-18, bahkan sebelum berdirinya Bangkok (1782). Kuil itu telah mengalami berkali-kali renovasi, terutama oleh Pangeran Mongkut muda yang kemudian menjadi Raja Rama IV dari Thailand.

    Saat ini, kuil ini adalah markas besar sekolah agama Buddha Mahanikai, tatanan biara terbesar di Thailand. Biara itu  digunakan sebagai pusat pembelajaran monastik dari aiawa yang datang dari seluruh Asia Tenggara. Kuil ini juga merupakan rumah bagi Pusat Meditasi Vipassana di Universitas Buddha, dan merupakan salah satu dari beberapa di Bangkok yang menawarkan kelas meditasi. Beberapa program diajarkan dalam bahasa Inggris.

    Monumen Nasional Bandelier, Los Alamos, New Mexico, perkampungan yang dibangun pada tebing. Foto: Chris Palmer/Flickr.com

    Monumen Nasional Bandelier, Los Alamos, New Mexico

    Perkampungan yang dibangun pada tebing ini, tersebar di area sekitar 50 mil persegi hutan belantara di New Mexico. Dibangun antara tahun 1150 dan 1550, permukiman itu menjadi pemandangan yang mengesankan pada tebing. Beberapa rumah berdiri setinggi tiga lantai – dipahat pada tebing. Hingga hari ini, sejumlah pictographs dan karya seni kuno juga masih dapat ditemukan pada situs tersebut.

    Rinchenling Gompa, Muchu, Nepal

    Kuil Himalaya yang terpencil ini berada dalam bahaya tersapu oleh gletser yang mencair. Rinchenling Gompa berada di tepi anak sungai kecil Sungai Limi. Tak diragukan lagi, Halji Gompa merupakan salah satu kuil tertinggi di dunia (sekitar 3.600 meter).

    Rinchenling Gompa didirikan oleh Rinchen Zangpo (958-1055), seorang penerjemah awal teks-teks Buddhis ke dalam bahasa Tibet. Rinchen Zangpo adalah salah satu bapak “Penyebar Buddha” kedua, yang dikenal sebagai imam terkemuka Buddha sekitar awal abad ke-11. Dia telah mendirikan lebih dari 108 kuil di masa hidupnya.

    Rinchenling Gompa merupakan salah satu kuil tertinggi di dunia (sekitar 3.600 meter), namun rentan disapu banjir. Foto: Jeremy Berke/Atlas Obscura .

    Dalam beberapa tahun terakhir, Rinchenling Gompa telah terancam oleh banjir. Pada 2011, danau glasial yang tinggi di atas Desa Halji pecah, mengakibatkan banjir yang menyebabkan kerusakan signifikan pada banyak bangunan di Desa Halji. Meskipun tidak ada yang dirugikan selama banjir, risiko yang dihadirkan sangat parah.

    Tanpa restorasi dan perlindungan yang memadai, Rinchenling Gompa sangat rentan terhadap kerusakan akibat banjir. Namun, tanpa perhatian lebih, warisan sejarah berusia 1.000 tahun ini bisa lenyap dibawa banjir.

    Taman Nasional Huascarán, Uallin, Peru

    Dekat kota kecil Peru Huaraz adalah Taman Nasional Huascarán, seluas 13.000 mil persegi yang mencakup jajaran gunung tropis tertinggi di dunia, dan lebih dari 6.700 meter, puncak tertinggi Peru. Taman nasional ini, dinamai dengan nama Raja Inca, Huascar, yang memerintah pada abad ke-16.

    Taman Nasional Huascarán, seluas 13.000 mil persegi yang mencakup jajaran gunung tropis tertinggi di dunia. Foto: Mell Patterson/Atlas Obscura

    Sejak 1980-an, Taman Nasional telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, dan juga berada di bawah payung SERNANP, jaringan kawasan lindung alami Peru. Selain gunung-gunung yang mengikis awan, ada banyak yang harus dilindungi. Ada gletser tropis, danau biru kehijauan, dan ratusan tanaman dan margasatwa unik - dan terkadang eksentrik.

    Daftar pendek penghuninya mencakup beruang berkacamata (yang benar-benar terlihat seperti mereka mengenakan kacamata), burung kolibri raksasa, unta Amerika Selatan (disebut Vicuñas, hewan nasional Peru), dan Kucing gunung Andes. Di sisi flora, ada hampir 800 spesies berbeda dari tanaman ketinggian tinggi, termasuk tanaman ratu andes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.