Suka Balapan? Berkunjunglah ke Muba Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pembalap nasional dan lokal turun dalam ajang Motoprix di skyland Sirkuit Sekayu. Bupati Muba Dodi Reza Alex menjadikan wisata olahraga sebagai pemicu bangkitnya industri pariwisata. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Ratusan pembalap nasional dan lokal turun dalam ajang Motoprix di skyland Sirkuit Sekayu. Bupati Muba Dodi Reza Alex menjadikan wisata olahraga sebagai pemicu bangkitnya industri pariwisata. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Palembang - Menutup tahun, pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bakal menggelar perhelatan internasional, untuk menarik wisatawan ke kabupetan itu. Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex, memastikan pihaknya siap menggelar dua event internasional di Skyland International Circuit, Sekayu, Musi Banyuasin.

    Dua event itu selain akan menggenjot kehadiran wisatawan mancanegara dan nusantara, Dodi optimistis perhelatan itu memantik kebangkitan industri wisata olahraga di daerah itu. Demikian disampaikannya, Selasa, 12 November 2019. "Untuk menarik wisatawan kami siapkan kalender acaranya sepanjang tahun," katanya.

    Ada dua event balap kelas internasional yang digelar pada akhir November 2019 di sirkuit kebanggaan Sumatera Selatan itu: Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 pada 30 November-1 Desember 2019 dan Muba International Supermoto Cup 2019 yang akan diselenggarakan 7-8 Desember 2019 mendatang.

    Kedua adu balap itu dipastikan diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Untuk Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019, yang sudah terkonfirmasi enam negara. Dan nanti jumlah peserta pasti akan terus bertambah. Sementara untuk Muba International Supermoto Cup 2019, sudah ada tujuh negara yang sudah terkonfirmasi. Di antaranya, Indonesia, Malaysia, Australia, Philiphina, Singapura, Taiwan, dan Inggris.

    Dodi menambahkan, pihaknya akan segera menyelesaikan progres pengerjaan sirkuit tersebut. Bahkan untuk sarana dan prasarananya pun akan segera dituntaskan. Perhatian juga diarahkan kepada kenyamanan bagi peserta maupun penonton. Bahkan untuk akses jalan menuju lokasi sirkuit, Dodi menegaskan akan berkomunikasi dengan perusahaan yang berada di lokasi sekitar sirkuit untuk membantu perbaikan akses jalan.

    Namun pihaknya pun akan menganggarkan dengan dana darurat dari APBD Musi Banyuasin untuk perbaikan jalan tersebut. "Sarana akomodasi, transportasi dan juga fasilitas pendukung lainnya akan kami siapkan dengan optimal," katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin, Muhammad Fariz dan panitia, kemarin melihat langsung kesiapan Sirkuit. Menurutnya dua even tersebut siap digelar di sirkuit yang memiliki luas 27 hektar tersebut.

    Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex, memastikan pihaknya siap menggelar dua event internasional di Skyland International Circuit, Sekayu, Musi Banyuasin. Pembangunan sirkuit tersebut telah selasai 90 persen. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Ia menjelaskan, meski masih dalam masa pengerjaan, namun ia memastikan sirkuit dan prasarananya selesai sebelum pelaksanaan balapan dimulai. Targetnya, kata dia, satu pekan sebelum perlombaan dimulai, atau sekitar 23-25 November 2019 nanti. "Untuk pengerjaannya saat ini sudah sekitar 90 persen, dan diselesaikan sepekan sebelum acara," katanya.

    Dua perhelatan balap internasional itu, diyakini dapat menggairahkan minat wisatawan untuk datang ke Musi Banyuasin. Bukan hanya menarik para peserta untuk ikuti perlombaan, melainkan juga menarik minat wisatawan domestik dan wisatawan asing untuk menonton perhelatan itu.

    "Target kami event ini dapat meningkatkan sport tourism, baik nasional maupun internasional. Banyak fasilitas yang kami siapkan mulai dari tribun penonton, sarana dan prasarana pendukung hingga tidak membebankan penonton untuk bayar tiket masuk," ujarnya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.