Survei Booking.com: Destinasi Baru Selalu Jadi Tantangan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Objek wisata Bukit Jamur di Desa Bungah, Gresik, Jawa Timur. Instagram Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Objek wisata Bukit Jamur di Desa Bungah, Gresik, Jawa Timur. Instagram Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat pelesiran ke sebuah destinasi yang baru, wisatawan menemukan hal-hal baru yang mereka sukai.  -- meskipun mereka harus menghadapi tantangan lokasi dan bahasa. 

    Hal itu menjawab pertanyaan mengapa bisnis pariwisata terus tumbuh dengan lokasi-lokasi baru. Tren ini diamati oleh perusahan perjalanan digital Booking.com. Mereka menemuka kendala lokasi dan bahasa itu, bisa menjadi keuntungan bagi wisatawan yang ingin keluar dari zona nyaman ketika berwisata.

    Keluar dari zona nyaman dan bertemu dengan hal yang baru, memang disukai para pelancong. Hal tersebut juga ditemukan dari hasil survei Booking.com, bahwa tantangan dianggap menyenangkan oleh pelancong.

    Menurut survei itu, terdapat 55 persen pelancong mengatakan bahwa hal terbaik dari perjalanan atau traveling adalah keluar dari zona nyaman. Sedangkan, 45 persen pelancong menganggap perlu sedikit inspirasi untuk bertualang keluar zona nyaman.

    Responden yang disurvei adalah orang dewasa yang sempat melakukan perjalanan dalam kurun waktu 12 bulan. Atau, berencana untuk melakukan perjalanan di antara waktu dalam 12 bulan ke depan. Seluruh responden itu merampungkan survei online pada Maret 2018.

    Seorang wisatawan berdiri di pasir pantai Pulau Padar. Foto: Anoldent/Atlas Obscura

    Para responden berasal dari Australia, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Cina, Brasil, India, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Indonesia, dan Kolombia. Dari masing-masing negara itu, diambil 1.000 responden.

    Sementara responden dari Jepang, Selandia Baru, Thailand, Argentina, Belgia, Kanada, Denmark, Hong Kong, Kroasia, Taiwan, Meksiko, Belanda, Swedia, Singapura, dan Israel, diambil 500 responden dari masing-masing negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.