E-sport Jadi Alternatif Memikat Wisatawan Mancanegara

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi video game. Sumber: Korea e-Sports Association via Facebook/asiaone.com

    Ilustrasi video game. Sumber: Korea e-Sports Association via Facebook/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan teknologi olahraga elektronik atau e-sports bisa berpotensi menjadi bisnis baru dalam pariwisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menganggap ajang e-sports bisa sebagai daya tarik bukan hanya sekadar permainan.

    "E-sports itu populer banget. Kegiatan   seperti itu bisa dioptimalkan sebagai daya tarik dan destinasi mendatangkan wisatawan mancanegara," kata Deputi Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Joshua Simanjuntak, saat jumpa media di Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan, Selasa, 5 November 2019.
     
    Joshua menjelaskan, bahwa dari aspek permainan e-sports dapat dijadikan untuk memikat pemainnya untuk beraktivitas wisata. Ia mencontohkan, sama halnya dengan pertandingan sepak bola. "E-sports itu bisa meramaikan destinasi. Pengunjung datang menginap, belanja, download game," ujarnya.
     
    Dari sisi kreatif, Joshua melihat e-sports perlu berkembang sebagai ajang bagi para pengembang permainan (game developer) di Indonesia. "Untuk bisa mengembangkan game-nya agar terus naik di atas standar," tuturnya.
     
    Ia menambahkan, bila mencapai perkembangan itu, potensi pariwisata dari Esports akan semakin terasa. "Saya sejujurnya kaget, e-sport itu sampai sebegitu (antusiasmenya). Evaluasi (kami) paling penting adalah langkah ke depan, agenda soal e-sport ini seperti apa," katanya.
     
    NAP Dukung ESL Clash of Nations, Event E-sport Terbesar se-Asia Tenggara.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...