Tradisi Keluarga Kerajaan Inggris Mengunjungi Masjid Ikonik Dunia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William bersama istrinya Kate Middleton, Duchess of Cambridge saat mengunjungi Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan, 17 Oktober 2019.  Owen Humphreys/Pool via REUTERS

    Pangeran William bersama istrinya Kate Middleton, Duchess of Cambridge saat mengunjungi Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan, 17 Oktober 2019. Owen Humphreys/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 28 tahun lalu, Lady Diana mengunjungi Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan. Masjid itu dibangun oleh raja keenam Kesultanan Mughal, Sultan Aurangzeb tahun 1671 dan selesai dibangun pada tahun 1673. Masjid Badshahi merupakan masjid sekaligus landmark, serta tujuan wisata utama kota Lahore. 

    Jejak Lady Dianan itu diikuti oleh menantu dan putranya, Duke dan Duchess of Cambridge Pangeran William dan Kate Middleton. Mereka mengunjungi masjid itu pada Kamis, 17 Oktober 2019. Sebagaimana tradisi kerajaan Inggris, keduanya berjalan tanpa alas kaki di atas karpet merah sejak di halaman depan masjid – umat Islam baru melepas sandal atau sepatu ketika memasuki masjid.

    Pada 1991, Putri Diana berjalan tanpa alas kaki (mengikuti tradisi) ke situs Islam yang ikonik, mengenakan gaun mantel dan jilbab hijau yang dirancang oleh Catherine Walker - seorang desainer favorit Kate juga. Pangeran Charles, ayah William juga mengunjungi situs tersebut pada November 2016, ketika ia dan Camilla, Duchess of Cornwall, mengunjungi masjid raksasa abad ke-17 itu.

    Pangeran William bersama istrinya Kate Middleton, Duchess of Cambridge berbicara dengan petugas saat mengunjungi Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan, 17 Oktober 2019. Pakaian Kate Middleton menggunakan busana rancangan desainer Pakistan Maheen Khan. Owen Humphreys/Pool via REUTERS

    William dan Kate berkeliling masjid dan halaman, yang terletak di jantung Lahore, sebelum bergabung dengan sebuah diskusi dengan para pemimpin lintas agama. Mereka berdialog mengenai mempromosikan kerukunan antaragama di dalam komunitas mereka.

    Pasangan itu disambut oleh Imam Abdul Kabir Azad dan Konsul Kehormatan, Fakir Aijaz Uddin dari Inggris, yang menemani mereka melintasi halaman masjid yang luas. Di dalam, pasangan itu dikenalkan dengan sekelompok cendekiawan dan pemimpin agama yang duduk di atas bantal.

    "Mereka tertarik untuk mencari tahu tentang bagaimana pemuda berpikir tentang interaksi antaragama," kata Dr. Ayesha Leghari, seorang sarjana Muslim Sunni. “Ada berbagai jenis mendengarkan. Mendengarkan secara aktif dan mendengarkan dengan empatik. Mereka tidak hanya aktif tetapi juga empati. Kami sangat senang. Mereka sangat menawan dan tertarik pada masing-masing kami.  

    Ketika mereka pergi mereka diberitahu oleh Konsul Kehormatan, Inggris Fakir Aijaz Uddin, "Jika ada satu kata untuk menggambarkan kunjungan Anda, itu adalah 'sukacita.' Anda telah memancarkan kegembiraan di mana pun Anda berada. “Pangeran William kemudian menjawab:" Kami adalah orang yang sangat bahagia."

    Kate memilih tampilan tradisional untuk kunjungan itu, shalwar kameez chiffon french turquoise dengan bordir emas dipasangkan dengan jilbab dengan warna sedana.

    Pangeran William bersama istrinya Kate Middleton, Duchess of Cambridge saat mengunjungi Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan, 17 Oktober 2019. REUTERS/Peter Nicholls

    Busana Kate dirancang oleh desainer Maheen Khan. Pakaian itu berasal dari daerah yang disebut Swarth di Pakistan dan dibeli di O'nitaa di wilayah Chelsea, London -- tempat yang sama Kate membeli anting-anting emasnya dan William mengambil sherwani tradisionalnya.

    Kate dan William, keduanya berusia 37 tahun, juga akan menuju ke Rumah Sakit Kanker Shaukat Khanum, tempat yang juga dikunjungi Putri Diana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.