Macet Bikin Wisatawan Ogah Berlama-lama di Kota Bandung

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan terjebak macet di Jalan Asia Afrika, saat hari libur Kenaikan Isa Almasih, di Bandung, 10 Mei 2018. Kawasan ini  menjadi akses dan destinasi utama wisatawan dan warga kota yang berlibur di Bandung hingga kerap terjadi kemacetan saat liburan. TEMPO/Prima Mulia

    Kendaraan terjebak macet di Jalan Asia Afrika, saat hari libur Kenaikan Isa Almasih, di Bandung, 10 Mei 2018. Kawasan ini menjadi akses dan destinasi utama wisatawan dan warga kota yang berlibur di Bandung hingga kerap terjadi kemacetan saat liburan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemacetan menjadi salah satu masalah besar di perkotaan. Jakarta dan Kota Bandung merupakan dua kota dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang terbilang tinggi.

    Mengutip survei Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB), Kota Bandung menjadi kota termacet se-Indonesia atau peringkat ke-14 paling macet se-Asia. Dalam survei yang dirilis pada awal Oktober 2019 ini, menunjukkan Jakarta yang berada di peringkat ke-17 dan Surabaya di posisi 20.

    Kondisi kemacetan di Kota Bandung berimbas ke berbagai sektor, salah satunya pariwisata. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar mengatakan kemacetan di Kota Bandung merugikan industri wisata.

    Herman menjelaskan, lalu lintas yang macet menghambat mobilitas. Sementara mobilitas adalah aktivitas yang pasti dijalani oleh wisatawan yang datang ke Kota Bandung.

    Dia menceritakan saat sejumlah wisatawan dari Jakarta datang ke Kota Bandung untuk menyegarkan diri, justru mendapati kemacetan di sana-sini. Wisatawan yang semula berniat menetap selama empat hari tiga malam di Kota Bandung, langsung memutuskan kembali pada hari pertama.

    Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Dr. Djunjunan, Bandung, 22 Desember 2017. Jelang liburan Natal dan Tahun Baru, Kota Bandung yang menjadi tujuan wisata mulai dipadati oleh kendaraan dari luar kota. ANTARA

    "Wisatawan itu sudah booking hotel untuk tiga malam. Mereka jalan-jalan lalu sampai lagi di hotel jam 23.00 karena macet," kata Herman Muchtar. Wisatawan tadi akhirnya tidak jadi menginap dan langsung pulang. Musababnya, mereka memperkirakan besok akan tetap terkena macet saat menjelajah Kota Bandung. "Wisatawan jadi tidak berlama-lama di Kota Bandung."

    Menurut Herman, Kota Bandung adalah destinasi utama wisatawan dari Jakarta. Dengan adanya survei dari Asian Development Bank tadi, dia berharap jangan sampai para pelancong memilih plesiran ke daerah lain. "Kita harus berhati-hati bila wisatawan enggan datang ke Bandung," kata dia.

    Herman Muchtar berharap seluruh pihak mencari solusi agar masalah kemacetan di Kota Bandung segera tuntas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.