Bally Singh di Balik Hura-Hura Pesta F1

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bally Singh (kiri) dan Ana Santos (kanan), bersama Fernando Alonso pembalap Fi. Foto: richlist_bally

    Bally Singh (kiri) dan Ana Santos (kanan), bersama Fernando Alonso pembalap Fi. Foto: richlist_bally

    TEMPO.CO, Jakarta - Di kalangan selebritas dunia, nama Bally Singh sudah sangat familiar. Dialah yang menyelenggarakan pesta superyacht untuk taipan minyak dan perjalanan darat 100 supercar untuk rapper Amerika 50 Cent. Bulan lalu, ia mendarat di Singapura untuk menyelenggarakan pesta selama tiga hari usai perhelatan Formula 1.

    "Kami menciptakan suasana dengan para DJ, venue, dan orang-orang," kata Singh, mengenakan kaus putih, sepatu kets dan turban kepada CNN Travel. Berdiri di area terbuka di JW Marriott Hotel, ia menunjuk ke kaki langit Lion City yang ikonik. "Anda dapat melihat 75 persen dari trek Formula 1 dari sini. Lokasi adalah kunci bagi kami," ujarnya.

    Kedatangan Singh di kancah F1 bukanlah suatu kebetulan. Sejak perusahaan media massa Amerika, Liberty Media, membeli hak komersial untuk Formula 1 pada tahun 2017, perusahaan itu berusaha menarik massa. Ada gelombang baru dalam tubuh fans F1. Mereka datang bukan hanya menikmati F1, tapi juga untuk berpesta. 

    Bagi Singh, kerumunan orang adalah uang. Setidaknya, ada 33 persen dari 798 juta penggemar F1 sejak 2017, secara rutin datang ke sirkuit secara langsung ke berbagai negara. Mereka adalah kalangan menengah ke atas. Bila ditapis lagi, dari 33 persen terdapat kalangan jetset.

    Pada tahun 2009, ia mendirikan perusahaan event organizer (EO) global The RichList. Event yang ia helat berkaitan dengan pesta, dengan peserta pesta klub berbasis referensi termasuk semua orang mulai dari pembalap Formula 1 Fernando Alonso dan Lewis Hamilton hingga musisi The Weeknd dan Trey Songz.

    Bally Singh (kiri) dan Ana Santos (kanan), bersama Fernando Alonso pembalap Fi. Foto: richlist_bally

    Tapi bukan hanya acara F1 yang membuat perusahaannya berkembang, "Kami tidak membatasi diri pada Formula Satu, kami melakukan segalanya," katanya. "Kami menghentikan lalu lintas saat kami berkendara dari Marbella ke Barcelona dengan 100 supercar."

    Bisnis EO Sejak Remaja

    Lahir di British Midlands dari keluarga Sikh yang berasal dari India, Singh belajar keterampilan bisnis saat remaja. Ia membantu ayahnya mengelola gudang tekstil keluarga di Leicester. Pada usia 18 tahun, dia mengalihkan perhatiannya kepada bisnis menyelenggarakan pesta dan tidak pernah lagi berurusan dengan tekstil.

    Kesuksesan besar Singh datang ketika dia mengatur pesta di klub malam untuk penyanyi R&B Amerika Sisqo, yang merilis lagu internasional "Thong Song" pada tahun 2000. Lagu itu menjadi lagu yang menentukan Y2K dan bertengger di urutan tiga tangga lagu Billboard Hot 100.

    Saat Sisqo datang ke klub malam lokal itu, nama Singh sebagai tuan rumah acara untuk VIP terkenal kian melambung. Lalu grup pop AS The Black Eyed Peas, rapper Amerika Ludacris dan rapper Jamaika Sean Paul mulai memakai jasanya.

    Satu acara semalam di klub Leicester lokal berubah menjadi sepanjang minggu. Pada usia 23, Singh mengatakan dia telah membeli klub malam, meluncurkan perusahaan Public Relation-nya sendiri kemudian menjualnya ke perusahaan game Amerika.

    Pemandangan sirkuit Marina Bay City Grand Prix F1 Singapura dan kawasan gedung teater Esplanade terlihat dari Swissotel The Stamford di Singapura (17/9). (AP Photo/Wong Maye-E)

    Singh lalu pindah ke Los Angeles di mana ia mengambil peran sebagai manajer pemasaran global. Ia mengklaim telah menaikkan harga saham perusahaan game itu dari 3 sen menjadi US$22 setelah menyegel kesepakatan dengan Microsoft.

    Setelah beberapa tahun mengasah ketajaman bisnis perusahaannya, Singh pindah kembali ke Inggris.

    Dari Klub Malam Kecil ke Kapal Pesiar

    RichList lahir pada tahun 2001 di The Grange, sebuah hotel bintang lima di London, kata Singh. Ceritanya, selebritas klien Singh, bosan menguras dompetnya di klub malam. Mereka akhirnya meminta Singh memintanya untuk mengatur pesta. 

    Lalu ia menyewa 300 kamar hotel, lalu memesan klub malam dan kolam renang hotel. "Daripada pergi ke klub, kami membuat klub sendiri untuk akhir pekan," kenangnya. "Kami mengundang semua pacar dan semua orang. Itu hanya hotel dan kita."

    Segera setelah itu, Singh menyelenggarakan pesta sampanye dan pesta pantai sepanjang London. Dia juga membagi waktunya antara Marbella di Spanyol, di mana dia terbang bersama grup hip hop Amerika N.E.R.D untuk sebuah pesta. Nyaris bersamaan, dia lalu ke Uni Emirat Arab, menyewa superyachts untuk mengunjungi pulau-pulau pribadi di Dubai. Semuanya untuk mengurus pesta para pesohor. 

    Untuk satu acara ulang tahun putra taipan minyak Nigeria, Singh mengatakan ia membuat lantai dansa terapung, yang mampu menampung puluhan orang. Lantai dansa itu bisa dilabuhi kayak, jet ski, dan kapal selam bawah laut yang memungkinkan para tamu untuk "naik kapal superyacht" dan mencapai lantai dansa. Label harga untuk acara tersebut? “1 juta dolar, setidaknya,” klaim Singh.

    Bally Singh kerap menggelar pesta di kapal pesiar, salah satunya pesta ulang tahun taipan minyak Nigeria. Foto: richlist_bally

    Tetapi setelah bertemu istrinya, mantan model Ana Santos, Singh mengubah strateginya. Alih-alih hanya berfokus pada kesenangan, duo ini menambahkan elemen amal ke dalam acara mereka, dan bertujuan untuk kemitraan dengan merek kelas atas, "Istri saya telah meningkatkan permainan," kata Singh. "Dia masuk dan mengubah cara proyeksi RichList ke bisnis event organizer dunia."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.