Berani? 10 Tempat Ini Jadi Lokasi Wisata Horor di Jakarta

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Menara Saidah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gedung Menara Saidah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Di Amerika Utara dan Eropa wisata hantu sangat populer. Di Indonesia, mungkin baru pertama dihelat, ketika Jakarta Mystical Tour meluncurkan paket wisata horor.

    Wisatawan diajak mengunjungi lokasi-lokasi penampakan makhluk astral, yang jadi perbincangan warga kota. Dari situlah lahir tema legenda urban atau urban legend. Paket wisata itu untuk menelusuri tempat-tempat yang memiliki kisah horor dalam budaya urban di Jakarta.

    "Tujuan paket wisata ini bukan magis, tapi lebih pada mengenal kisah (horor) di tempatnya langsung," kata Ananda Satria, selaku pengembangan produk operasional Jakarta Mystical Tour saat dihubungi Tempo, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Jakarta Mystical Tour adalah produk wisata yang diadakan Biang Overlander. Ananda menjelaskan tema horor legenda urban ini baru kali pertama diadakan sebagai paket wisata. "Beberapa tempat ini kalau dalam film sudah dibumbui untuk kebutuhan yang dramatis. Mungkin kalau kita ke tempatnya langsung juga enggak seperti itu," tuturnya.

    Ada 10 tempat di Jakarta yang masuk dalam paket wisata horor ini. Tempat yang dimaksud, yaitu Menara Saidah, Terowongan Kasablanka, Taman Langsat, TPU Jeruk Purut, Rumah Kentang Prapanca, Rumah Pondok Indah, Jalur Kereta Bintaro, Toko Merah, Museum Prasasti, Jembatan Ancol.
    "Ada pemandu kami seorang indigo akan menjadi pendamping para peserta," ucap Ananda.

    Peserta yang ingin mengikuti wisata horor legenda urban ini biayanya Rp350.000 per orang, dengan tur dimulai pukul 19.00-04.00.

    Poster wisata horor dari biangoverlander.com. Foto: istimewa

    Jakarta Mystical Tour mulai meluncurkan informasi paket wisata horor ini pada, Jumat, 4 Oktober. Menurut Ananda antusiasme peminatnya cukup besar bila ditinjau dari kali pertama paket wisata horor itu diluncurkan. "Sampai saat ini sudah ada tiga gelombang untuk perjalanan," ujarnya.

    Ananda menjelaskan bahwa perjalanan untuk rombongan peserta yang pertama, pada 18 Oktober 2019. "Jumlah peserta tur 35 orang untuk hari itu," katanya. Perjalanan yang kedua pada 1 November, jumlahnya 15 orang. "Sekarang yang masih kami terima lagi untuk tanggal 15 November itu jumlahnya baru 5 orang," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.