Laguna Verde, Laguna Indah Tapi Bukan Untuk Direnangi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di atas dataran tinggi, Laguna Verde memberi lukisan alam yang sempurna. Danau hijau dengan gunung berapi kecil. Foto: Carlos Adampol Galindo

    Di atas dataran tinggi, Laguna Verde memberi lukisan alam yang sempurna. Danau hijau dengan gunung berapi kecil. Foto: Carlos Adampol Galindo

    TEMPO.CO, JakartaLaguna Verde terletak di ujung barat daya Bolivia, tidak jauh dari perbatasan dengan Chili. Angin yang bertiup kencang membuat danau ini berwarna-warni, dari pirus yang terang hingga zamrud yang cemerlang. 

    Lokasi tepatnya berada di Wilayah Altiplano -- atau dataran tinggi -- di Bolivia. Altiplano membuat siapapun terpana menghadapi lukisan alamnya yang spektakuler. Dari perbukitan dan lembah, pemandangan yang paling menakjubkan adalah Salar de Uyuni, sebuah danau terbesar di dunia. Dan di sebelah selatan dataran bergaram itu, terdapat serangkaian danau dataran tinggi, yang banyak di dinamai berdasarkan warnanya.

    Laguna Colorada bisa dibilang adalah danau paling terkenal di wilayah ini, karena airnya yang merah mencolok dan ribuan flamingo merah muda yang datang untuk memakan plankton-nya. Sekitar 40 mil di selatan Laguna Colorada terdapat Laguna Verde -- sebuah danau yang lebih kecil tapi tidak kalah spektakuler dengan karakteristik yang sangat berbeda. 

    Laguna Verde, seperti namanya, terlihat hijau. Dan kadang-kadang terlihat busa yang mencurigakan, mungkin beracun. Kawanan burung flamingo pun memilih tak mencari makan di danau ini. Laguna Verde memiliki konsentrasi timbal, sulfur, arsenik, dan kalsium karbonat yang tinggi. Tentua, bukan saja flamengo, Anda pun enggan untuk bermain air di Laguna Verde.

    Saking tingginya kandungan mineralnya, perairan Danau Verde tetap cair pada suhu serendah -6,1 derajat Fahrenheit (-21,2 derajat Celsius). Tapi mineral yang sama itu, justru memberi danau warna hijau yang fantastis, menjadikannya hotspot bagi fotografer dan penggemar pemandangan aneh.

    Sifat indah Laguna Verde semakin sempurna dengan kehadiran Volcán Licancabur, sebuah stratovolcano yang kerucutnya hampir sempurna, yang mencuat kurang dari tiga mil ke barat daya danau. Licancabur dianggap sebagai gunung suci, dan situs arkeologi telah ditemukan pada lereng dan kawah puncaknya, yang menyembunyikan sebuah crypt Inca.

    Pada musim dingin dengan suhu di bawah nol derajat, air Laguna Verde tak membeku. Foto: Albert Backer

    Catatan

    Laguna Verde terletak di dalam Cagar Nasional Fauardo Avaroa Andean Fauna di ujung barat daya Bolivia, di Provinsi Sur Lípez di bagian Potosí. Sebuah jalan lintas sempit memisahkan Laguna Verde dari Laguna Blanca (White Lake), yang warna putihnya juga merupakan hasil mineral di dalam air. 

    Banyak wisatawan mengunjungi danau selama tur beberapa hari, yang sering dikombinasikan dengan Salar de Uyuni. Waktu terbaik untuk mengunjungi Laguna Verde, selama musim kemarau dari bulan April hingga September.

    Bila ke Laguna Verde, selalu bawa pakaian hangat, karena ketinggian tinggi dan angin kencang dapat menyebabkan beberapa kondisi yang sangat dingin, bahkan ketika matahari bersinar cerah – maka jangan lupa pula krim tabir surya Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?