DKI Jakarta Serius Garap MICE Pada 2020

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memukul rebana saat membuka pameran Inacraft 2019 di Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi kualitas produk-produk kerajinan Indonesia yang semakin baik dan berdaya saing. ANTARA

    Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memukul rebana saat membuka pameran Inacraft 2019 di Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi kualitas produk-produk kerajinan Indonesia yang semakin baik dan berdaya saing. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun MICE telah menjadi bagian dari kegiatan bisnis dan pariwisata di DKI Jakarta, namun kegiatan tersebut seperti berjalan sendiri. Para pelaku MICE menggelar pameran dan konferensi internasional, melalui bidding secara mandiri.

    Tentu, bila pemerintah DKI Jakarta turut mendukung kegiatan MICE, event internasional bakal lebih banyak dihelat di Jakarta. Apalagi pada 2020, Jakarta menjadi tuan rumah Formula E. 

    Kabarnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal fokus menggarap MICE dan pariwisata pada 2020. Salah satu upayanya adalah sering menggelar pertemuan dengan para pelaku pariwisata dan MICE. 

    Hal ini diutarakan oleh Edy Junaedi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam event Afternoon Tea Asperapi (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia) yang digelar belum lama ini di Samisara Grand Ballroom, Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta.
     
    Komitmen ini pun diteguhkan Pemprov DKI Jakarta dengan menaikkan anggaran untuk membenahi sektor pendukung pariwisata mulai dari infrastruktur, fasilitas, promosi dan lainnya. Hal ini tidak terlepas dari terus meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, meningkatnya penghasilan PAD dan lainnya.
     
    "Tahun 2018, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung mencapai 2,8 juta orang, kemudian jumlah kunjungan wisatawan domestik sebesar 3,8 juta orang. Hal Ini menempatkan DKI Jakarta dalam urutan ke-2 setelah Bali dalam hal kunjungan wisatawan. Dan dari 2,8 juta wisman ke DKI Jakarta, 25 persennya atau sekitar 700 ribu orang adalah wisatawan MICE,” ungkap Edy Junaedi.
     
    Wisatawan menikmati liburan di kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad, 14 Juli 2019. Warga Jakarta dan sekitarnya memanfaatkan libur terakhir sekolah untuk berlibur di kawasan Kota Tua sebelum memasuki hari pertama sekolah pada Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis
     
    Sementara itu, tambah Edy, industri pariwisata DKI Jakarta mampu menyumbang 25-28 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor Pariwisata DKI Jakarta memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp6,2 triliun, yang diperoleh dari pajak, retribusi, hotel, restoran, dan hiburan.
     
    Berdasarkan data tersebut dapat diartikan pariwisata dan Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE), mempunyai peranan yang amat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi saat ini dan yang akan datang.
     
    “Perlu diketahui pula, bahwasannya Gubernur DKI Jakarta pun mempunyai komitmen yang tinggi untuk pariwisata dan MICE. Ini dibuktikan dengan DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah dari event E-Prix yang akan di selenggarakan pada 6 Juni 2020 mendatang,” tegas Edy.
     
    Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta akan menaikan anggaran promosi yang tahun ini sebesar Rp91 miliar, menjadi dua kali lipat pada 2020. Untuk MICE, Dinas Pariwisata DKI Jakarta akan memberikan dukungan seperti perizinan dan pajak. “Terkait perpajakan sedang merevisi Perda, pun demikian dengan insentifnya,” urainya.
     
    Setelah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo bahwa Ibu Kota Negara berpindah ke Kalimantan Timur, Pemprov DKI Jakarta semakin berkomitmen jika pariwisata, akan menjadi sesuatu yang pokok dan tidak dapat ditawar-tawar lagi sebagai lokomotif perekonomian. 
     
    Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinas Pariwisata DKI Jakarta akan bermitra dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dalam hal mendatangkan event-event besar dari luar negeri untuk diselenggarakan di Jakarta.
     
    Seorang wisatawan menyelam di area perlindungan laut Pulau Pamuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, 18 November 2017. Pemerintah telah memprioritaskan pengembangan 10 destinasi wisata untuk menunjang target 20 juta wisatawan pada 2019,s alah satunya Kepulauan Seribu. ANTARA FOTO/R. Rekotomo
     
    Dalam kesempatan yang sama, Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), mengatakan, keterlibatan Pemprov DKI Jakarta dalam beberapa trade show di luar negeri sangat penting.
     
    Hal ini untuk meneguhkan DKI Jakarta sebagai kota bisnis juga sebagai kota tujuan MICE dunia. “ASPERAPI, siap bersinergi, berkolaborasi, bahu membahu untuk pariwisata DKI Jakarta,” Pungkas Andre. FATOER

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?