Ini Alasan Lombok Butuh Ribuan Profesional Perhotelan Secepatnya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Hotel-hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, bakal beroperasi pada 2021. Hotel-hotel tersebut membutuh pekerja dengan rasio 1:1,5 orang setiap kamar. 

    Jumlah kamar yang akan dioperasikan sekitar 2.000 kamar hotel. Dengan demikian butuh sekitar 3.000 orang pekerja trampil perhotelan. Mandalika yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia), sejak tahun 2017 telah resmi beroperasi sebagai KEK dan sejak itu telah menarik Real Estate Investment sebesar US $ 1,3 miliar.

    Saat ini, The Mandalika tengah dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, dengan berbagai fasilitas dan atraksi berstandar internasional. Di sana sedang dibangun Paramount Lombok Resort & Residences yang investasinya Rp 1,2 triliun.

    Hotel dengan brand perusahaan film asal Amerika Serikat Paramount itu, menyediakan 525 kamar. Selain itu, terdapat juga hotel berbintang berskala internasional Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip, yang juga memasuki tahap penyelesaian. Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar mulai dibangun pada Oktober 2017 dan Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar.

    Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lain.

    Mandalika kian menarik. Pasalnya, pada 2021, Mandalika menjadi tuan rumah untuk kompetisi MotoGP.  Di dalam kawasan Mandalika Vinci Grand Project, BUMN asal Perancis akan mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster. Proyek cluster seluas 130 hektare tersebut akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di The Mandalika.

    KEK Mandalika menjadi destinasi wisata utama nasional di masa mendatang. Infrastruktur dan fasilitasnya terus dibangun. TEMPO/Supriyantho Khafid

    Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) pertama di dunia yang dibangun dari tahap konsep, akan dibangun dengan standar Fédération Internationale de Motorcyclisme (FIM) dan Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) untuk kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor.

    Mandalika Street Race Circuit bakal menawarkan sejumlah keunggulan. Seperti dijelaskan oleh General Support ITDC di Lombok, Lanang Brata Suta, ITDC telah memulai penyiapan lahan area sirkuit MotoGP seluas 130 hektar, yang terdiri 18 tikungan sepanjang lintasan 4,32 kilometer untuk keperluan 24-27 lap. ”Rencana fisik sirkuit MoToGP dibangun Oktober 2019 dan selesai awal 2021 sesuai jadwal waktu berlangsungnya MotoGP,” ujar Lanang Brata Suta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.