Kerupuk Basah Khas Putussibau, Sensasi Rasa Ikan yang Kenyal

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerupuk basah yang disajikan di kedai dalam area Bandar Udara Pangsuma, Puttusibau pada Rabu, 2 Oktober 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Kerupuk basah yang disajikan di kedai dalam area Bandar Udara Pangsuma, Puttusibau pada Rabu, 2 Oktober 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Kapuas Hulu - Bila mendengar kerupuk, yang terlintas adalah penganan yang renyah. Tapi sajian ini, kriuk kerupuk langsung luruh. Namanya kerupuk basah. Kuliner ini berbahan ikan yang habitatnya di sungai -- kuliner khas Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

    Saya pertama kali menyantap kerupuk basah di Sky Banana, sebuah kafe di Hotel Grand Banana, Kota Putussibau, pada Jumat, 27 September 2019 lalu. Sajiannya sangat mirip dengan pempek lenjer. Tetapi yang membedakan adalah kerupuk basah dihidangkan dengan saus kacang.
     
    Saat dihidangkan kerupuk basah digoreng tak terlalu kering. Walhasil, teksturnya kenyal serta permukaan kerupuk tidak kering, sehingga tak ada sensasi renyah ketika dikunyah. Tetapi aroma ikan cukup terasa dengan rasa yang gurih. Saus kacang melengkapi kenikmatannya karena memiliki rasa manis.
     
    Selain di Hotel Grand Banana, TEMPO juga sempat menyantap kerupuk basah di sebuah kedai di area Bandar Udara (Bandara) Pangsuma, Putussibau, pada Rabu, 2 Oktober 2019. Dari aromanya nyaris tak ada perbedaan dengan kerupuk basah di hotel Grand Banana. Tetapi rasa gurihnya masih lebih pekat di Bandara Pangsuma.
     
    Bila dilihat dari isi di dalamnya, kerupuk basah di Bandara Pangsuma mengandung irisan ikan. Bahkan lemak ikan pun benar-benar menonjol, "Ini kerupuk basah ikan belida," kata peladen yang menghidangkan kuliner ini di Bandara Pangsuma.
    Kerupuk basah yang dihidangkan di Sky Banana, sebuah kafe di Hotel Grand Banana, Puttusibau, pada Jumat, 27 September 2019. TEMPO/Bram Setiawan
     
    Namun kerupuk basah yang dihidangkan di Sky Banana maupun di Bandara Pangsuma boleh dibilang nyaris sama kenikmatannya. Karena tetap mengutamakan unsur rasa yang gurih. Yang membedakan hanya kepekatan kandungan ikan dalam kerupuk basah.
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?