Peradaban Viking Hilang dari Norwegia, Ini Rahasianya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelukis Polandia Henryk Siemiradzki melukis ritual pemakaman Viking di tempat yang sekarang adalah Rusia, sesuai dengan deskripsi Ahmad ibn Fadlan. Kredit:  muslimheritage.com

    Pelukis Polandia Henryk Siemiradzki melukis ritual pemakaman Viking di tempat yang sekarang adalah Rusia, sesuai dengan deskripsi Ahmad ibn Fadlan. Kredit: muslimheritage.com

    TEMPO.CO, JakartaFjord merupakan ngarai dengan air yang dalam. Ia bisa berupa teluk yang tercipta karena gletser yang mencair. Di Norwegia, fjor memanjang hingga 10.000 mil, dalam jalinan pantai yang saling terhubung satu sama lain.

    Bisa dipastikan, pada ujung fjord atau teluk terdapat perkampungan Viking, yang terlindung dalam ngarai. Peninggalan perkampungan Viking itu, lalu berkembang selama berates-ratus abad menjadi kota-kota modern semisal Eidfjord, Stavanger, dan Trondheim, yang pernah menjadi ibu kota dunia Viking.

    Uniknya, peninggalan Viking sangat minim di Norwegia, meskipun Trondheim adalah kerajaan terbesar bangsa Viking. Bahkan jadi pusat peradaban Viking yang terbesar. Namun, di Trondheim, peninggalan Viking terbilang minim. Ke mana mereka?

    Populasi Viking yang padat di Trondheim bisa dipastikan banyak dari mereka meninggal dunia di wilayah itu. Namun, sekitar 50 mil di sebelah barat Trondheim, di ujung Vinje Fjord, para arkeolog hanya menemukan 20 kuburan besar Viking. Para arkeolog memulai penggalian, terutama gundukan terbesar. Dan yang didapat adalah gundukan yang berisi rumah dan kapal.

    Rahasia pun terkuak, mengapa peradaban Viking sulit ditemukan. Mereka mengubur jenazah juga harta benda mereka, ketika ada yang meninggal dunia. Hal itu bertolak belakang dengan keyakinan, bangsa Viking membakar jenazah dengan perahu yang dihanyutkan ke laut. 

    “Kami tidak memiliki bukti pembakaran mayat Viking yang dihanyutkan ke perairan Skandinavia. Sejujurnya saya tidak tahu dari mana konsepsi atau mitos itu berasal, dan itu harus dianggap sebagai mitos modern,” kata Raymoud Sauvage dari Universitas Sains dan Teknologi Norwegia, pemimpin arkeolog pada situs tersebut. "Praktik pemakaman yang normal adalah bahwa orang-orang dimakamkan di tanah, di gundukan pemakaman."

    Kota Vinjeøra pernah menjadi kota Viking berabad-abad silam. Vinjeøra modern ini berdiri di atas permukiman bangsa Viking. Foto: Atlas Obscura/Raymond Sauvage

    Situs makam Viking itu berada di kota modern Vinjeøra, berbatasan dengan pertanian era Viking. Di area tersebut, tim arkeologi menemukan berbagai peninggalan Viking yang signifikan – yang mengungkap misteri hilangnya situs-situs peninggalan Viking. Situs Viking tersebut digali karena pemerintah ingin memperluas jalan raya di kota itu.

    Dalam beberapa kasus, situs-situs Viking – yang tampak hanya gundukan-gundukan tanah itu – terpotong-potong akibat aktivitas pertanian, seperti pembajakan lahan pertanian selama berabad-abad. Bahkan rumah-rumah warga Norwegia berdiri di atas parit-parit yang menunjukkan bekas kota Viking. 

    "Gundukan atau makam yang membukit, menunjukkan status dalam struktur sosial yang tinggi seperti kepala suku dan pejuang," kata Sauvage, "dan gundukan pemakaman besar seperti itu dapat dilihat sebagai tanda-tanda penting dan manifestasi kekuasaan."

    Penggalian di dekat Kota Vinjeøra mengungkap bagaimana peradaban Viking menghilang. Foto: Atlas Obscura/Raymond Sauvage


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.