Rute Rhino Cross Triathlon Kian Sulit, Ini Dia Para Penakluknya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • !20 pembalap sepeda gunung atau MTBXCM bersiap di garis start pada perhelatan Rhino Cross Triathlon 2019. Vox Populi Publicist

    !20 pembalap sepeda gunung atau MTBXCM bersiap di garis start pada perhelatan Rhino Cross Triathlon 2019. Vox Populi Publicist

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat kesulitan pada Rhino Cross Triathlon dalam perhelatan Festival Tanjung Lesung kian meningkat. Pastinya, peserta bukan ditantang dengan rute yang rusak akibat tsunami. Namun rute baru, yang justru kian sulit. Menurut Race Director Taufik Hidayat, tingkat kesulitan trek Rhino Cross Triathlon 2019, yang melombakan renang, bersepeda dan lari ini meningkat sekitar 50 persen

    Rute bagian timur Tanjung Lesung sama sekali tak tersentuh tsunami, "Rute tahun ini banyak berubah, yang didapat dari masukan para peserta. Jarak kini lebih jauh, rute benar-benar satu putaran tidak ada looping lagi. Tantangannya 50 persen lebih berat," ujar Taufik. 

    Tahun-tahun sebelumnya, para atlet melawap rute yang menurun. Kini didominasi tanjakan. Lalu siapa juaranya? Atlit Papua, Daniel Frans Watopa berhasil menjadi juara baru di ajang kejuaraan triathlon lintas alam, Rhino Cross Triathlon dengan catatan waktu 01:55:13. Daniel berhasil jadi kampiun mengalahkan juara bertahan pembalap nasional, Muhammad Taufik.

    Sementara pembalap nasional lainnya, Ady Akhmad Jukardi berhasil mempertahankan posisi ya sebagai runner-up di ajang yang dihelat pada Minggu pagi dengan catatan waktu 01:55:18. Pembalap Muhammad Taufik meraih posisi ketiga dengan catatan waktu 02:07:31. 

    Atlit Papua, Daniel Frans Watopa berhasil menjadi juara baru di ajang kejuaraan triathlon lintas alam, Rhino Cross Triathlon. Foto: Vox Populi Publicist

    Daniel adalah prajurit TNI Angkatan Darat dari Kodam IV Diponegoro berhasil merebut gelar bergengsi ini dari Muhammad Taufik, pembalap nasional yang dua tahun berturut-turut menjadi pemegang juara Rhino Cross Triathlon, ajang kejuaraan triathlon lintas alam pertama di Indonesia yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.

    Pada kategori Men Open Bull, posisi terdepan direbut oleh pembalap Febram Yulkhairil dari tim FB Triathlete dengan catatan waktu 01:00:08. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh masing-masing pembalap Edwar Supriayanto dengan catatan waktu 01:01:16 detik dan Leo Rudolf Zeca dengan catatan waktu 01:05:54.

    Di kategori Rhino Women Open, atlit berkebangsaan Belanda Lieselotte Heederk berhasil meraih posisi terbaik. Juara Rhino X-Tri 2018, Wahyu Riyanti dari tim Or-endurance meraih posisi kedua dengan catatan waktu 02:47:01 dan diikuti pembalap tim 69er, Ira Rasyid di posisi ketiga dengan catatan waktu 03:30:35.

    Pemenang kategori Bull under 20 atau Junior di Rhino X-Triathlon 2019 diraih pembalap Fauzi Fannyla dari tim OR-endurance dengan catatan waktu 01:09:57. Sementara posisi runner- up direbut pembalap Tegar Muthar Riawan dengan catatan waktu 01:10:15 dan posisi ketiga diraih pembalab Rafif Rafii Syafei dengan catatan waktu 01:17:30.

     “Kami cukup puas dengan pelaksanaan lomba triathlon yang telah digelar ketiga kalinya. Kekurangan masih ada dalam pelaksanaan kali ini. Namun pasti akan kami benahi. Kami berharap tahun depan event ini akan digelar lebih baik dan partisipasi peserta lebih banyak lagi, khususnya peserta mancanegara,” ujar Managing Director PT. Banten West Java, pengelola KEK Pariwisata Tanjung Lesung dan Chief of Committee Rhino X-Tri, Rully Lasahido.

    Pada hari sebelumnya, pembalap sepeda gunung Pelatnas Zaenal Fanani berhasil mempertahankan posisi terbaik dalam kejuaraan sepeda lintas alam, Rhino Mountain Bike Cross Country Marathon kelas Men Open tahun ini di Ujung Kulon dengan mencatat waktu tercepat, 02:03:51.

    Posisi kedua dan ketiga terbaik direbut masing-masing oleh pembalap Rafika Mokhamad Farisi yang juga berasal dari Pelatnas dengan catatan waktu 02:06:17 dan Chandra Rafsanzani, pembalap Tim Mutiara Hitam dengan catatan waktu 02:10:11.

    Ajang MTBXCM merupakan agenda utama dalam perhelatan akbar Festival Tanjung Lesung dan Rhino Cross Triathlon 2019 yang berlangsung 27 – 29 September 2019 di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung, Banten. Zaenal Fanani dan Rafika M. Farisi adalah atlet nasional yang saat ini mempersiapkan diri untuk bertarung di SEA Games 2019 di Filipina pada November mendatang.

    Pembalap sepeda gunung Pelatnas Zaenal Fanani berhasil mempertahankan posisi terbaik dalam kejuaraan sepeda lintas alam, Rhino Mountain Bike Cross Country Marathon kelas Men Open. Foto: Vox Populi Publicist

    “Lintasan MTBXCM kali ini lumayan menantang, ada beberapa kontur dan trek baru dan beragam. Saya bertemu tanjakan yang diikuti tanjakan kembali berturut-turut, walaupun tidak terlalu ekstrim. Walaupun begitu, saya tidak menemukan kesulitan berarti,” ujar Fanani.

    Ia mengaku cukup puas bisa mempertahankan gelar dalam ajang ini kembali. Kuncinya menurut dirinya adalah konsistensi. Di SEA Games 2019 nanti, Fanani dan Farisi ditargetkan bisa meraih medali emas.

    Pada kategori Women Open, pembalap Selvi Oktaviasari dari Tim Mutiara Hitam berhasil merebut posisi pertama dengan catatan waktu 03:01:27, diikuti oleh Noviana dari Batik Air Racing Team dengan catatan waktu 03:09:13.

    Sementara di kategori Men Junior, pembalap Muhammad Nazma dari Mutiara Hitam Pangandaran merebut tempat pertama dengan catatan waktu 02:19:41 dan pembalap Ghani Hidayat dari Romli Nature ISSI Sumbar pada posisi kedua dengan catatan waktu 02:30:40.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.