Menteri Arief Yahya: Banyak Pemda Keliru Alokasikan Dana Wisata

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memberikan pemaparan dalam acara Komitmen CEO Pada Pariwisata Indonesia di Kantor Tempo, Jakarta, 15 April 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memberikan pemaparan dalam acara Komitmen CEO Pada Pariwisata Indonesia di Kantor Tempo, Jakarta, 15 April 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pemerintah daerah harus pandai menyiasati dana pariwisata agar sesuai dengan kebutuhan dan mencapai target pengunjung. Pentingnya alokasi dana yang tepat dalam penyelenggaraan event wisata disampaikan Menteri Arief dalam acara peluncuran West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis 26 September 2019.

    "Banyak pemimpin daerah yang keliru dalam mengalokasikan dana," kata Arief Yahya. "Mereka menghabiskan lebih banyak dana ke event itu sendiri. Padahal dalam event pariwisata, yang penting adalah promosi."

    Optimalisasi promosi, menurut dia, bisa dilakukan melalui media massa dan media sosial. Untuk event pariwisata sport tourism seperti perlombaan paralayang tingkat dunia di Sumedang, Jawa Barat, dia melanjutkan, timbal balik yang didapat bersifat tidak langsung dalam bentuk media value. "Pendapatan dari sport tourism sebesar 60 persen berasal dari TV broadcasting, 30 persen dari iklan di lapangan, hanya 10 persen dari tiket," ujarnya.

    Untuk meramaikan agenda West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengimbau pemerintah daerah menggencarkan promosi lewat media dan media sosial, mengingat media value sport tourism yang tinggi bisa dua kali lipat dari dampak langsungnya.

    Selain meluncurkan perlombaan paralayang tingkat dunia, Arief Yahya berharap Sumedang bisa menjadi kabupaten dengan destinasi tingkat dunia. "Saya ingin pada awal 2020 Sumedang punya Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata," ujarnya.

    Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berupaya menggencarkan promosi destinasi wisata di wilayahnya salah satunya melalui ajang olahraga paralayang atau West Java Paragliding World Championship 2019 pada 22-28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat. Hingga kini, sebanyak 209 peserta telah mendaftar dari tiga kategori yaitu Accuracy Class, Cross Country Class, dan Fun Fly & Culture Festival. Para atlet berasal dari 20-an negara meliputi Asia, Eropa, hingga Amerika.

    Menpar Arief Yahya menjelaskan, sport event seperti ini akan memberikan dampak yang besar karena tidak hanya mempromosikan destinasi lokal saja, namun juga kegiatan olahraga yang bisa dilakukan di kawasan tersebut. Lebih lanjut, Menpar Arief Yahya menjelaskan, wisata olahraga adalah cara efektif untuk mendatangkan wisatawan mancanegara dan menguntungkan secara ekonomi. Musababnya, para atlet tidak datang sendiri, melainkan bersama tim, keluarga, dan pendukung.

    Di sisi lain sport tourism juga akan memperpanjang masa tinggal atlet karena umumnya mereka membutuhkan masa adaptasi terhadap alam di Indonesia sehingga mereka memutuskan datang lebih awal sebelum masa kompetisi dimulai.

    "Ini membuat ‘length of stay’ mereka menjadi panjang, jelas menguntungkan bagi daerah," katanya. Kejuaraan dunia paralayang West Java Paragliding World Championship 2019 juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya, festival kuliner, serta lomba fotografi, dan videografi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.