Seafood Padang Peranakan di Resto Marco Padang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hidangan seafood platter, menu baru restoran Marco Padang di Mal Pacific Place Jakarta. Kuliner ini menggunakan resep Padang Peranakan. TEMPO/Bram Setiawan

    Hidangan seafood platter, menu baru restoran Marco Padang di Mal Pacific Place Jakarta. Kuliner ini menggunakan resep Padang Peranakan. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hidangan sari laut Padang meskipun tak populer, namun memiliki rasa yang istimewa. Rempah yang royal menjadikan seafood atau hidangan sari laut dari Padang digemari pecinta pedas. Hidangan sari laut ini diolah dengan cita rasa Padang Peranakan.

    Inilah yang ditampilkan Restoran Marco Padang di Mal Pacific Place Jakarta menghadirkan hidangan menu baru: special padang platters. Hidangan ini terinspirasi dengan kuliner khas Padang Peranakan. Kuliner ini merupakan kreasi juru masak eksekutif (chef) Marco Lim.

    "Masakan Padang yang dipengaruhi Tiongkok. Chef Marco berasal dari Padang, Sumatera Barat, besar di daerah pecinan, namanya Kampung Pondok," kata Manajer Senior Hubungan Masyarakat PT Arya Noble Amriel Aditya -- yang menaungi restoran Marco Padang. 

    Saat Seafood Platter dihidangkan, tampilan menu ini mengesankan rasa pedas. Karena, tampilan bumbunya yang cenderung merah agak cerah. Namun tak semuanya sama rasa pedasnya. Menu Seafood Platter ini terdiri atas udang kentang balado, cumi panggang, barramundi fillet lado ijo, dan barramundi panggang pacak.

    Rasa gurih dan manis dengan aroma rempah yang pekat terasa saat mencicipi udang kentang balado. Tekstur kentangnya pun tak terlalu lunak, masih ada sensasi renyah. Rasa bumbunya meresap sampai terasa melekat di lidah. Ada rasa pedas, namun tidak terlalu pekat.

    Berbeda dengan cumi panggang, karena makanan ini dominan rasa manis. Tampilan warnanya kuning, rasa tidak mengandung unsur pedas, bila dibandingkan dengan udang kentang balado. Aroma sisa pengasapan pada hidangan ini semakin menggugah selera. Namun, cumi panggang ini tidak menyisakan bekas panggangan yang tebal di permukaannya. Maka teksturnya yang lembut tetap terjaga.

    Barramundi fillet lado ijo, seperti namanya mengesankan rasa pedas yang bersumber dari cabai hijau. Namun, sensasi pedasnya berpadu dengan rasa gurih yang menyegarkan dari aroma bawang yang menjadi campuran sambalnya. Sedangkan ikan barramundi digoreng, yang daging dan tulangnya sudah dipisahkan.

    Barramundi panggang pacak ini rasanya memadukan manis dan pedas. Namun meski sesuai selera masing-masing, agaknya mencocolkan dengan sambal lado ijo, semakin menambah kenikmatan rasanya.

    Semua makanan berbeda ini disajikan dalam satu menu. Namun masing-masing memiliki karakter rasa yang berbeda-beda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.