Taman Orvidas, Oposisi Sejati Terhadap Komunisme

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Orvidas di pinggiran Lithuania, dahulu dibangun Orvidas untuk melawan doktrin komunisme Uni Sovyet. Foto:

    Taman Orvidas di pinggiran Lithuania, dahulu dibangun Orvidas untuk melawan doktrin komunisme Uni Sovyet. Foto:

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Orvidas bisa jadi cermin kehidupan beragama berada di titik nadir di Uni Sovyet ketika Lenin dan Stalin berkuasa. Meskipun Uni Soviet melunak setelah kematian Stalin, kehidupan di bawah Presiden Nikita Khrushchev masih tidak mudah bagi seniman dan orang yang beragama, terutama di negara-negara satelit. 

    Menjadi seorang seniman, dan seorang Kristen yang taat, bagi Vilius Orvidas merasa terus-menerus dilecehkan oleh sistem Soviet. Namun dari penindasannya, ia menciptakan pemberontakan yang indah dan inovatif, dalam bentuk taman patung terbuka di tanah keluarganya di Lithuania. 

    Di pinggiran kota kecil Salantai, kebunnya telah menjadi semacam legenda rakyat bagi penduduk setempat. Meskipun Orvidas adalah pematung yang terlatih sendiri, ide untuk kebunnya datang dari ayahnya, Kazimieras yang telah menyelamatkan dan mengumpulkan sejumlah besar patung keagamaan. Ayahnya berhasil menyelamatkan patung-patung itu, yang seharusnya dihancurkan oleh pemerintah Soviet.

    Dengan permulaan patung-patung milik ayahnya itu, Orvidas menambahkan ke dalam karya-karya sendiri. Perpaduan keduanya menjadi dunia seni yang lamat-lamat menjadi oposan bagi doktrin komunisme Uni Sovyet.

    Tangan-tangan Ovidas yang kreatif membuat patung-patung agama klasik yang terbuat dari kayu dan batu. Orvidas juga menggunakan batu-batu besar, batang pohon berukir yang menyerupai karakter cerita rakyat Lithuania dan replika tank Soviet di kebunnya. Semua karyanya tidak dalam oposisi langsung terhadap pemerintahan Soviet, tetapi lebih membuka rasa ingin tahu warga Lithuania mengenai seni dan agama.

    Orvidas membangun taman berpatung seorang diri, hingga meninggal pada 1992 pada usia 40 tahun. Foto: Atlas Obscura

    Selanjutnya mudah ditebak. Warga berbondong-bondong ke taman dan menganggapnya pemberontak besar melawan rezim yang menindas. Namun kemenangannya, tak sempat ia saksikan utuh.

    Dia meninggal pada tahun 1992 pada usia 40, tetapi kebunnya masih dipelihara oleh kerabatnya. Taman terbuka untuk umum itu, kini menjadi destinasi wisata andalan di Lithuania.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?