Kuil Buddha Kuno di Puncak Fanjingshan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuil Buddha di Pegunungan Wuling berada di puncak Gunung Fanjing. Foto: Barcroft Media

    Kuil Buddha di Pegunungan Wuling berada di puncak Gunung Fanjing. Foto: Barcroft Media

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Fanjing merupakan tebing yang berdiri gagah di Provinsi Guizhou di timur Cina. Pemandangannya yang rupawan menunjuk langit. Namun Gunung Fanjing bukan hanya keajaiban alam -- gunung ini juga kaya akan sejarah Buddhis, dan menampilkan sepasang kuil Tiongkok kuno di puncaknya.

    Terletak di provinsi Guizhou timur Cina, Fanjingshan adalah puncak tertinggi Pegunungan Wuling, yang membentang 8.430 kaki di atas permukaan laut. Terbungkus hutan lebat yang dipenuhi pohon cemara dan monyet emas Guizhou, tempat itu merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, yang ditetapkan pada Juli 2018.

    Dari kejauhan puncak Fanjingshan menyerupai pensil berdiri di atas meja. Untuk mencapai puncak, pengunjung harus berjalan lebih dari 8.000 langkah atau naik kereta gantung dari jalan di bawah. Kedua kuil di puncak gunung, masing-masing dibangun di atas puncak yang terpisah.

    Untuk menjangkaunya para tamu harus menyeberangi jembatan kecil, untuk melintasi celah di antara kedua kuil. Ada beberapa cara yang lebih dramatis untuk mencapai kuil Buddha yang bersejarah daripada dengan melintasi jembatan gunung di awan.

    Banyak umat Buddha percaya Fanjingshan sebagai bodhimaa (tempat pencerahan) Maitreya, “Buddha masa depan.” Menurut tradisi Buddha, Maitreya akan kembali ke bumi di masa depan untuk membantu orang lain mencapai pencerahan. 

    Tidak diketahui persis kapan Fanjingshan pertama kali dibangun. Agama Buddha pertama kali datang ke wilayah ini pada 639 selama Dinasti Tang, dan kuil-kuil kemungkinan dibangun beberapa saat setelah itu.

    Siluet para wisatawan tampak pada dinding tebing, usai mendaki 8.000 langkah menuju Puncak Fanjing. Foto: Ziss Hoto

    Kuil-kuil itu sebagian dihancurkan pada akhir 1500-an selama Pemberontakan Bozhou, ketika anggota kelompok etnis Miao bangkit melawan Dinasti Ming dan menjarah berbagai situs suci, tetapi sejak itu telah dipulihkan.

    Setelah berabad-abad, Fanjingshan hari ini merupakan salah satu kuil paling dramatis di Cina, sebuah monumen bagi agama Buddha yang akan membuat Anda terengah-engah — terutama jika Anda melakukan 8.000 langkah pendakian di sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.