Fairmont Menghadirkan Kuliner Jepang di Jakarta

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shuzo Nagumo mixologist asal Jepang, meramu koktail dalam When Jakarta Meets Japan di Fairmont Jakarta, 18-21 September 2019. Foto: @fairmontjakarta

    Shuzo Nagumo mixologist asal Jepang, meramu koktail dalam When Jakarta Meets Japan di Fairmont Jakarta, 18-21 September 2019. Foto: @fairmontjakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Antusias masyarakat terhadap kuliner Jepang meningkat, inilah yang mendorong Fairmont Jakarta mengadakan acara serial 'When Jakarta Meets Japan' yang kali ini memasuki tahun ketiga.

    Nah, untuk perhelatan yang ketiga itu, Fairmont mengangkat tema 'When Jakarta Meets Japan' yang mengadirkan juru masak (chef) dan ahli mixology dari Jepang. Serangkaian acara itu di Fairmont Jakarta berlangsung pada 18 -22 September.

    "Acara ini merupakan perjalanan kuliner memadukan pengalaman bersantap dan gaya hidup," kata Garth Simmons, Pimpinan Operasional Accor Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Asia Selatan, Rabu, 18 September 2019.

    Sebagai peracik hidangan, Fairmont Jakarta menghadirkan dua juru masak Tatsuya Sakamoto dari restoran Senshu dan Yuki Nakamura ahli kudapan dari Swissotel Nankai Osaka. Selain itu, Shuzo Nagumo dari Mixology Salon Tokyo.

    "Menu ada delapan macam, di antaranya sari laut dan daging," kata Tatsuya Sakamoto. Ia menambahkan bahwa dari berbagai menu tersebut, juga memadukan karakter rasa manis dan asam.

    Jakarta Meets Japan ditampilkan di VIEW Restaurant, yang menyajikan Japanese Gastronomic Dinner oleh Tatsuya Sakamoto. Untuk makan malam terdiri atas bahan-bahan di antaranya foie gras (hati angsa), chawanmushi, abalon dengan saus hati, jamur truffle hitam, serta kagoshima beef sirloin. Harga yang ditawarkan Rp2 juta per orang.

    Sementara pada 19-21 September, Barong Bar menawarkan ragam minuman koktail dan mocktail oleh ahli mixology Shuzo Nagumo. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp150.000 per gelas atau Rp500.000 untuk free flow. Untuk perhelatan tersebut, Barong Bar didesain dengan konsep Tea Tale Cocktail.

    Masih pada 19-21 September, ahli kudapan Yuki Nakamura akan menyajikan Japanese-inspired Afternoon Tea di Peacock Lounge. Berbagai kudapan disajikan dengan bermacam-macam tema. Ada tema yang terinspirasi musim semi, sakura panna cotta. Atau musim gugur mousse dengan matsusake mushroom cake. Selain itu kudapan lainnya, berupa chocolate milk wasanbon roll cake, matcha tiramisu, yuzu tart, dan mitarashi dango. Harga yang ditawarkan termasuk dengan kopi dan teh Rp588.000 per set.

    Puncak acara 'When Jakarta Meets Japan' adalah Night in Tokyo Party di K22 Bar, pada 20 September. Dalam acara ini menampilkan Hiroaki Kato. Selain itu acara dimeriahkan disjoki (DJ) Yasmin dan Freya. Ada pula tarian dan pertunjukan taiko. Pembawa acaranya adalah finalis Asia Next Top Model Jesslyn Lim.

    Ahli kuliner dari Swissotel Nankai Osaka, Yuki Nakamura, saat mengolah sakura panna cotta di Fairmont Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Para ahli yang menyajikan hidangan, yaitu Tatsuya Sakamoto, Yuki Nakamura, Shuzo Nagumo berkolaborasi dalam Taste of Japan Sunday Brunch di Spectrum pada 22 September. Harga yang ditawarkan Rp688.000 per orang. Berbagai hidangan khas yang disajikan dari Kyoto, Nagasaki, Hokkaido, Okinawa.

    Sementara kudapan yang disajikan di antaranya strawberry shortcake, puding wijen hitam, Japanese sweet dumplings, sweet potato tart, warabimochi, dan dorayaki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.