Ini Alasan Oktober Saat yang Tepat ke Papua Barat

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandagan gugusan bukit kars Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 19 November 2016. Kawasan tersebut merupakan salah satu tempat populer yang banyak dikunjungi wisatawan domestik ataupun internasional di Kabupeten Raja Ampat. TEMPO/Hariandi Hafid

    Pemandagan gugusan bukit kars Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 19 November 2016. Kawasan tersebut merupakan salah satu tempat populer yang banyak dikunjungi wisatawan domestik ataupun internasional di Kabupeten Raja Ampat. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Seni Budaya Papua Barat dan Festival Pesona Bahari Raja Ampat diluncurkan di Kementerian Pariwisata, Selasa, 17 September 2019. Rinciannya, Festival Seni Budaya Papua Barat diadakan di Manokwari pada 7-11 Oktober. Sedangkan Festival Pesona Bahari Raja Ampat di Pantai Waisai Torang Cinta, pada 18-22 Oktober.

    "Pariwisata Papua Barat destinasinya fokus ke wisata bahari, potensi ini akan ditonjolkan," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 17 September.

    Festival Seni Budaya Papua Barat akan menampilkan tari kreasi baru, lomba musik tradisional, lomba folksong, seni lukis tubuh (body painting), dan lomba tari yosim pancar. Ada pula lomba kuliner khas Papua Barat dan pameran kerajian tangan.

    "Kunjungan wisatawan ke Papua Barat telah lebih dari 10 tahun yang lalu. Kala itu masih terbatas kalangan peneliti," ucap Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani.

    Namun kini minat kunjungan wisatawan ke Papua Barat terus meningkat. Ia mencontohkan pada 2018, jumlah pelancong yang berkunjung ke Papua Barat sejumlah 44 ribu wisatawan. "Itu terdiri atas 52 persen wisatawan mancanegara dan 48 persen wisatawan domestik," katanya.

    Penari asal Papua Barat mengikuti festival media pertunjukan rakyat tingkat nasional di Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/5). Sebanyak 11 provinsi mengikuti festival yang akan berlangsung sampai 3 Juni. TEMPO/NURDIANSAH

    Sementara itu, Festival Pesona Bahari Raja Ampat bertema Exotic Raja Ampat, From Ridge to Reef bakal menampilkan wild life, sebuah aktivitas untuk mengenal flora dan fauna di Raja Ampat. Kemudian, snorkeling, diving, dan Island Hopping yakni mengunjungi Pulau Pianemo dan Kepulauan Fam.

    Saat penutupan Festival Pesona Bahari Raja Ampat, bakal ditampilkan kesenian dan produk ekonomi kreatif, "Kami ingin memperkenalkan daratan sampai ke dasar laut, dan bukit-bukit. Jadi ada paket menyelam dan trekking," kata Wakil Bupati Raja Ampat Manuel Piter Urbinas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?