Sadar Wisata, Pers dan Warga Bersihkan Destinasi Wisata se-Lombok

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berjalan melintasi Cidomo, kereta kuda khas Lombok di pulau Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (6/12). Kereta ini berfungsi layaknya taksi bagi warga dan wisatawan di pulau Gili Trawangan. TEMPO/Charisma Adristy

    Wisatawan berjalan melintasi Cidomo, kereta kuda khas Lombok di pulau Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (6/12). Kereta ini berfungsi layaknya taksi bagi warga dan wisatawan di pulau Gili Trawangan. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama sepekan terakhir, warga Lombok berinisiatif membersihkan destinasi wisata. Dimulai dari Desa Senaru sebagai pintu gerbang pendakian gunung Rinjani.

    Di wilayah itu, 30 orang kelompok pewarta media cetak, elektornik dan on line bersama staf Humas Kabupaten Lombok Utara (KLU) bergotong royong bersama warga hingga ke lokasi air terjun Sindang Gile, yang sempat terdampak bencana gempa besar pada 5 Agustus 2018.

    Sindang Gile ini berdekataan dengan air terjun Tiu Kelep yang juga terdampak gempa, sehingga sampai saat ini masih tertutup untuk dikunjungi. Di sana, mereka mengumpulkan bongkaran reruntuhan bangunan, dan membakar sampah plastik. ''Kami ingin mengajak bersih-bersih agar menarik wisatawan yang sudah datang setelah bencana gempa,'' kata Taufik Rahman wartawan Pos Bali di KLU, Ahad 15 September 2019.

    Wisata Lombok menggeliat lagi, sehingga belasan homestay yang menjadi tempat menginap calon pendaki Rinjani, tak mampu menampung permintaan menginap. Senaru adalah salah satu pintu gerbang pendakian Gunung Rinjani selain Torean. Di KLU juga terdapat pintu gerbang Sembalun Lawang dan Sajang di Kabupaten Lombok Timur dan Aik Buka di Kabupaten Lombok Tengah.

    Sebenarnya, pekan lalu bukan kegiatan pertama bersih-bersih para pewarta di KLU tersebut. Idham dari katada.id yang mengikuti kegiatan tersebut menyebutkan sudah pernah melakukan gerakan bersih-bersih di kawasan wisata lainnya di Gili Meno dan Gili Trawangan. ''Di sana ada pembenahan jembatan papan yang melingkari danau Gili Meno,'' ujar Idham. 

    Juru bicara Pemerintah KLU  Mujaddid Muhas kepada TEMPO menyebutkan kegiatan ke kawasan wisata ini, diawali dengan obrolan dengan para perangkat desa dan warga semalam sebelumnya. ''Sudah menjadi tradisi warga dan pewarta bersih-bersih lokasi wisata,'' ujar Mujaddid Muhas, Ahad 15 September 2019.

    Para wartawan dan turis membersihkan destinasi wisata di Lombok. TEMPO/Supriyanto Khafid

    TNI Juga Turun Tangan

    Sebelumnya, Jumat 13 September 2019 lalu, di Pantai Kuta Mandalika Lombok Tengah, Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani bersama anggota TNI lainnya menggelar karya bhakti pembersihan pantai.

    Menurutnya, Kuta Mandalika sebagai desitinasi wisata harus tetap dalam kondisi bersih khususnya disepanjang pantai agar terlihat lebih asri dan nyaman bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

    Di kawasan Mandalika akan dibangun sirkuit balap MotoGP. Untuk itu, ia meminta warga membiasakan pola hidup bersih dan sehat mulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Sasaran bersih-bersih diutamakan daerah-daerah pariwisata seperti Senggigi maupun Gili, ''Tujuannya mengembalikan Lombok sebagai destinasi wisata dunia seperti sebelum terjadinya bencana alam gempa bumi,'' ucapnya. 

    Korem 162 Wirabhakti dalam rangka ulang tahunnya ke-74 juga akan menyelenggarakan road bike sepanjang 74 kilometer (km), start dan finish di Pantai Kuta. Selain itu digelar pula sepeda santai sepanjang 10-15 km, donor darah dan pengobatan massal, lomba pacuan kuda dan lainnya.

    Pada Minggu, 15 September 2019 pagi, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah juga melakukan Aksi Bersih Pantai di Loang Baloq Ampenan Mataram. Di NTB kegiatan ini terbagi menjadi dua kegiatan utama, yakni Gerakan Bersih dan Edukasi. ''Aksi bersih-bersih menjadi satu bagian yang sangat penting untuk keindahan alam di sini,'' katanya.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.