5 Alat yang Wajib Disiapkan Pemula Snorkeling

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau Leebong memiliki pantai indah dan juga spot snorkeling. Foto: @jelajah.belitung

    Pulau Leebong memiliki pantai indah dan juga spot snorkeling. Foto: @jelajah.belitung

    TEMPO.CO, Jakarta - Selam permukaan atau snorkeling adalah aktivitas yang cocok bagi penyelam pemula atau mereka yang ingin bermain air di perairan dangkal. Snorkeling termasuk ringan dan sederhana jika dibandingkan dengan diving atau selam skuba.

    Kendati lebih simpel, bagi pemula snorkeling perlu tahu apa saja peralatan yang harus dipersiapkan sebelum menjelajah perairan dangkal.


    Mengutip keterangan tertulis dari layanan wisata online Pegipegi, berikut perlengkapan yang wajib disediakan pemula snorkeling.

    1. Baju renang
      Mengenakan baju renang akan membantu pergerakan saat snorkeling. Tubuh lebih leluasa bergerak dan nyaman selama snorkeling.

    2. Sepatu katak
      Sepatu katak atau snorkel fins dipakai untuk memudahkan mengatur gerakan saat berenang. Perhatikan ukuran sepatu katak yang pas dengan kakimu demi kenyamanan bergerak. Jangan terlalu besar dan jangan pula kekecilan.

    3. Penutup wajah
      Masker penting untuk melindungi bagian wajah selama snorkeling. Ada beberapa jenis masker yang bisa dipilih, mulai dari masker yang agak terbuka sampai menutupi wajah seluruhnya.

    4. Cerobong udara
      Biasanya masker untuk snorkeling sudah dilengkapi dengan valve atau cerobong udara. Snorkel valve merupakan alat bantu napas ketika wajah sedang menyelam.

    5. Jaket pelampung
      Bagi pemula, jaket pelampung bisa jadi alat yang harus dipakai. Kendati sudah mahir berenang, jaket pelampung berguna menjaga kedalaman dan stabil saat mengambang. Perlu dipahami juga pemakaian jaket pelampung ini terasa agak membatasi gerak.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?