Minggu, 22 September 2019

Rp9,35 Triliun Bagi 5 Destinasi Super Prioritas, Untuk Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB.  Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Foto areal pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Pemerintah menyiapkan anggaran bagi pembangunan infrastruktur dan utilitas untuk lima destinasi super prioritas (DSP) sebesar Rp9,35 triliun. Ground breaking pembangunan infrastruktur tersebut bakal dilakukan 10 Oktober 2019. Keseluruhan dana tersebut tersebar pada lintas kementerian dan lembaga. 

    Adapun peruntukan pembiayaannya untuk pengembangan unsur atraksi, amenitas dan aksesbilitas destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang diselesaikan pada 2020.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo, menginginkan pembangunan infrastruktur di kawasan DSP dipercepat sehingga bisa dipromosikan pada 2020.

    Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menganggarkan Rp6,5 triliun untuk empat destinasi super prioritas dengan rincian; Danau Toba Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Labuan Bajo Rp6,3 triliun, dan Mandalika Rp1,9 triliun.

    Penjelasan tersebut diperoleh dari hasil Rakornas Pariwisata III 2019 yang berlangsung selama dua hari 10-11 September 2019. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, pengintegrasian dukungan kementerian dan lembaga dalam pengembangan DSP. ''Termasuk peningkatan daya saing SDM, masyarakat dan industri pariwisata menjadi fokus bahasan dalam rakornaspar,'' katanya.

    Menpar Arief Yahya menjelaskan, Kemenpar bersama berbagai instansi terkait mulai menjalankan instruksi presiden, terkait pengembangan lima DSP di antaranya pembangunan di Danau Toba. Di danau itu telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir.

    Sejumlah program kegiatan antara lain peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan daya saing industri pariwisata di lima DSP, tetap dilanjutkan dan ditingkatkan secara terpadu.

    Selain itu program kegiatan pengembangan pemasaran dan promosi di lima DSP, juga tetap dilanjutkan dan ditingkatkan secara terintegrasi. Di Borobudur, pemerintah telah membangun Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Hingga Oktober 2019 bandara ini telah melayani 66 penerbangan dengan kapasitas bandara mencapai 3 juta penumpang. 

    Kemudian di Mandalika, proses pengukuran topografi dan konstruksi untuk pembangunan Sirkuit MotoGP akan dimulai pada Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada 2020. 

    Sementara di Labuan Bajo, proses pembangunan saat ini telah mencapai tahap finalisasi pembangunan hotel, marina, area komersial, dan pelabuhan feri. Pada Oktober 2019 pemerintah menargetkan percepatan penetapan Peraturan Pemerintah (PP) perihal KEK Pariwisata Likupang yang telah disepakati pada rapat kabinet pada 27 Agustus 2019.

    Pengembangan kawasan DSP juga membutuhkan komitmen para kepala daerah untuk mempercepat pembangunan dan mendukung tercapainya target pemerintah dalam menumbuhkan sektor pariwisata dan devisa negara.

    Untuk pembangunan wilayah Danau Toba, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan fokus pembangunan Sumut yaitu menyangkut sektor pariwisata.

    Sementara itu, data wisatawan per Januari-Juli 2019 menunjukkan kunjungan wisman ke Sumut mencapai 137 ribu, pada 2018 mencapai 231 ribu wisman, dengan wisman terbanyak berasal dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jerman, dan Australia.

    Untuk menarik wisatawan mancanegara, Sumatera Utara menghelat event bertaraf internasional, peningkatan wisata melalui mapping kebutuhan wisatawan, dan menyediakan aplikasi digital. ''Untuk mempermudah aktivitas wisata pengunjung," ucapnya.

    Kepala daerah lain yang juga fokus terhadap pengembangan DSP yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia menjelaskan empat kawasan strategis Jawa Tengah yang sedang dikembangkan meliputi Borobudur, Karimunjawa, Sangiran, dan Dataran Tinggi Dieng.

    Sejumlah perahu berlabuh di Pelabuhan Labuan Bajo saat matahari terbenam di Nusa Tenggara Timur, Jumat, 12 Oktober 2018. Labuan Bajo merupakan salah satu tujuan wisata para delegasi IMF sebelum mereka berwisata ke Pulau Komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    Tugas provinsi yaitu melakukan penetapan lokasi dan menciptakan event yang lebih banyak lagi. Beberapa di antaranya adalah Borobudur Marathon dengan target menjadi Marathon terbaik di Indonesia, Solo International Performing Art (SIPA), Dieng Cultural Festival, Festival Payung, dan Solo Batik Carnival.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe