Minggu, 22 September 2019

Hotel Oakwood, Bidik Pelancong Bisnis di Surabaya Timur

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotel Oakwood Surabaya menyediakan kamar terluas di kelasnya. Foto: oakwood.com

    Hotel Oakwood Surabaya menyediakan kamar terluas di kelasnya. Foto: oakwood.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Oakwood Hotel & Residence Surabaya merupakan properti pertama Oakwood di Surabaya. Hotel berkonsep kondominium dan mengelola apartemen ini, resmi dibuka pada 9 September 2019. Tanggal ini menjadi spesial karena menandai soft opening setahun yang lalu. Angka 9 dipilih karena dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai simbol keberuntungan dan kesuksesan.

    Seremoni pembukaan Hotel Oakwood Surabaya itu dihadiri Chariman MNC Group Hary Tanoesoedibjo sebagai owning company dari Oakwood Hotel & Residence Surabaya, “Sejak awal Oakwood Hotel & Residence Surabaya meneguhkan diri sebagai kompetitor yang dapat diperhitungkan dan dapat dibuktikan dari review baik yang diterima hingga kini,” ujar Dean Schreiber, Chief Executive Officer Oakwood dan Managing Director Oakwood Asia Pacific.

    Sejak dibukanya Jalan Soekarno (MERR), Surabaya Timur kian diperhitungkan. Jalan Soekarno menghubungkan wilayah sekitar Suramadu hingga Bandara Juanda. Selain itu, Surabaya Timur merupakan lokasi kawasan industri Rungkut. Inilah yang membuat keberadaan Hotel Oakwood sangat strategis bagi pelancong bisnis.

    “Pertumbuhan Surabaya Timur yang pesat memerlukan hotel bintang lima yang dilengkapi apartemen. Sehingga ekspatriat yang tinggal di kawasan Surabaya Barat tak perlu jauh-jauh ke kantor mereka di Surabaya Timur,” ujar Natalie C. Tanudjaja, PT MNC Land Surabaya. Itulah yang mendorong MNC Group membangun properti yang dioperasikan Oakwood Hotel & Residence Surabaya. Hotel dengan 144 kamar ini juga dilengkapi 282 unit apartemen. Sebagai hotel yang menyasar business traveler, Hotel Oakwood Surabaya memiliki co-working space, toko ritel, minimarket, restoran, dan internet berkecepatan di atas 100 Mbps atau paling cepat di antara hotel-hotel lain di Surabaya. Selain itu, dengan sertifikasi hotel bintang lima, Oakwood adalah satu-satunya hotel bintang lima di Surabaya bagian timur.

    Menurut Shafar Jamaludin, GM Oakwood Hotel & Residence Surabaya, dibukanya secara resmi Oakwood, merupakan babak baru dalam mengarungi bisnis hotel di Surabaya. Meskipun Hotel Oakwood yang pertama sebagai hotel bintang lima di Surabaya Timur, ke depan tentu bakal terjadi dinamika. Untuk itu, ia meyakinkan para tamu, Hotel Oakwood memberikan pelayanan yang terbaik, baik untuk keluarga maupun business traveler.

    “Kamar-kamar dan apartemen kami menghadirkan kemewahan, namun layaknya rumah sendiri,” ungkap Shafar. Keunggulan Hotel Oakwood dibanding hotel-hotel bintang lima lain di Surabaya. Di kelasnya, Oakwood menyediakan kamar paling luas di antara kompetitornya. Luasan kamar hotelnya mencapai 80 m2 sampai 100 m2.

    Untuk segmen MICE, Oakwood memiliki ballroom seluas 600 m2 yang dapat dipartisi menjadi ruang lebih kecil. “Ruangan ini mampu menampung 250 orang dalam format roundtable, serta tata suara dan video semua terintegrasi yang membuat ruangan clean,” ujar Shafar. Hotel ini memiliki tujuh ruang pertemuan dan ruang VVIP untuk tamu kehormatan singgah. Interiornya didesain modern, karena warga Surabaya tak begitu menggemari hal yang klasik.

    Chariman MNC Group Hary Tanoesoedibjo sebagai owning company Oakwood Hotel & Residence Surabaya dan Wagub Jatim Emil Dardak, saat peresmian Hotel Oakwood. Foto: Oakwood Hotel & Residence

    Keistimewaan lainnya, setiap delegasi atau peserta meeting akan dilayani satu orang, yang didedikasikan memenuhi kebutuhan acara, dari sebelum, pada saat acara, hingga acara usai. Dengan demikian, dijamin meeting atau konvensi yang diadakan di Oakwood akan sukses.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe