Minggu, 22 September 2019

Ganjar Pranowo Punya Resep Candi Borobudur Lebih dari Angkor Wat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Candi Borobudur pada malam hari menjelang puncak peringatan Waisak 2018 lalu, 29 Mei 2018. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    Candi Borobudur pada malam hari menjelang puncak peringatan Waisak 2018 lalu, 29 Mei 2018. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan resep agar pamor Candi Borobudur bisa melebihi Angkor Wat di Kamboja. Sesama destinasi wisata peninggalan sejarah, dua candi ini memiliki jumlah kunjungan wisatawan asing yang berbeda.

    Dalam rapat koordinasi pengembangan pariwisata antara Kementerian Pariwisata dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 13 Februari 2019, diketahui jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Angkor Wat, Kamboja, sebanyak 2,5 juta orang setahun. Sedangkan wisatawan asing yang datang ke Candi Borobudur hanya 250 ribu orang per tahun. Artinya, kunjungan turis luar negeri ke Angkor Wat 10 kali lebih banyak ketimbang ke Candi Borobudur.

    Ganjar Pranowo menjelaskan, Candi Borobudur masih menempati destinasi favorit di Jawa Tengah bagi para wisatawan domestik dan mancanegara dengan jumlah kunjungan sebanyak 3,69 juta orang pada 2018. "Lalu orang masih mengaitkan dengan Angkor Wat, kenapa Angkor Wat bisa bagus, dan kita tidak?" tanya Ganjar di acara Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta, Rabu 11 September 2019.

    Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 15 Desember 2018. Wisata alam menyaksikan matahari terbit dari candi Borobudur menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Menurut politikus PDI Perjuangan ini, satu kunci kesuksesan Candi Borobudur untuk menggaet wisatawan domestik dan mancanegara adalah dengan otoritas pengelolaan tunggal. Ganjar mengatakan, pengelolaan Candi Borobudur tak perlu lagi diperdebatkan, apakah ada pada Provinsi DI Yogyakarta atau Provinsi Jawa Tengah. "Dukungan pariwisata untuk Candi Borobudur melalui satu pintu pemerintah daerah, yakni Pemprov DI Yogyakarta," ucap Ganjar.

    Dia melanjutkan, salah satu pintu masuk dukungan pariwisata ke Candi Borobudur adalah dari Yogyakarta. "Lalu orang Jawa Tengah bilang, ini Borobudur diambil Yogyakarta, tidak apa-apa, kan NKRI," ucap Ganjar seraya mengingatkan promosi wisata tidak bisa dilakukan dengan membatasi diri, melainkan harus berbagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe