Menteri Arief Yahya: Dodol Aja Piknik, Masak Kamu Enggak?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memberikan pemaparan dalam acara Komitmen CEO Pada Pariwisata Indonesia di Kantor Tempo, Jakarta, 15 April 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memberikan pemaparan dalam acara Komitmen CEO Pada Pariwisata Indonesia di Kantor Tempo, Jakarta, 15 April 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya setuju kuliner Dodol Picnic Garut menjadi co-branding Wonderful Indonesia. Dia juga sepakat dengan sindiran yang pesannya mendorong orang untuk berwisata dan mengambil merek dagang dodol tersebut.

    "Dodol aja piknik, masak kamu nggak? Kata-kata itu muncul spontan saat saya berkunjung ke Garut Jawa Barat," tulis Menteri Arief Yahya di akun Instagram. Arief menyampaikan itu saat meresmikan Destinasi Digital Pasar Wisata Candi Cangkuang di Garut, Jawa Barat. "Saya sekaligus melihat Dodol Garut yang diberi nama 'Dodol Picnic'."

    Dodol Picnic ini, menurut dia, bisa menjadi oleh-oleh andalan dari Garut. Selain itu, setiap kali mendengar kata Garut, maka orang langsung teringat dodol Garut, domba Garut, dan Asgar alias tukang cukur Asli Garut.

    Warga menggelar upacara HUT Ke-68 Kemerdekaan RI di atas rakit bambu di Danau Situ Bagendit, Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, (17/8). Upacara ini sekaligus untuk mempromosikan objek wisata alam danau Situ Bagendit. ANTARA FOTO/Feri Purnama

    Menteri Arief Yahya mengatakan ada tiga destinasi wisata unggulan di Garut. Tiga objek wisata itu adalah Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, serta Candi dan Situ Cangkuan.

    Garut juga memiliki 123 acara yang mendorong pertumbuhan pariwisata. Hanya saja, menurut Arief Yahya, baru satu yang masuk dalam kalender 100 Wonder Events. Adapun lama wisatawan tinggal di Garut adalah 2,44 hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.