Bandung Jajaki Wisata Halal, Cara Potong Ayam pun Harus Benar

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta menata berbagai menu makanan khas daerah dari ikan laut pada Festival Kuliner Tradisional 2019 di Taman Sulthanah Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Aceh, Jumat 5 Juli 2019. Festival yang bertujuan mewujudkan Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia tersebut diikuti ratusan peserta dari 23 kabupaten kota dan dimeriahkan dengan berbagai menu tradisional nasional serta internasional. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    Peserta menata berbagai menu makanan khas daerah dari ikan laut pada Festival Kuliner Tradisional 2019 di Taman Sulthanah Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Aceh, Jumat 5 Juli 2019. Festival yang bertujuan mewujudkan Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia tersebut diikuti ratusan peserta dari 23 kabupaten kota dan dimeriahkan dengan berbagai menu tradisional nasional serta internasional. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan pemerintah daerah tengah menjajaki konsep wisata halal. Program rintisannya dimulai dari pedagang kuliner di Jalan Gelap Nyawang, Bandung, Jawa Barat. "Akan segera diluncurkan wisata kuliner halal. Di tempat lain menyusul untuk diduplikasi," kata Yana di sela festival kuliner serba keju di Jalan Majapahit, Bandung, Sabtu, 7 September 2019.

    Menurut Yana, segala bahan makanan yang dijual di lokasi wisata itu harus halal. Bahan ayam misalnya, harus dipotong sesuai syariat Islam, yaitu disembelih. Selain itu, dapur dan tempat makan perlu dijaga supaya produk kulinernya bersih dan dari bahan halal. "Dengan begitu, konsumen senang dan semakin yakin akan kehalalannya,” ujar Yana.

    Dia mengatakan banyak aspek halal yang idealnya harus terpenuhi terkait pariwisata halal. Selain soal sajian makanannya, toilet, dan tempat salat perlu dipisah untuk laki-laki dan perempuan. Kota Bandung sebelumnya pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada acara Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference di Jakarta menyangkut pengembangan wisata halal.

    Sementara itu, pemerintah Jawa Barat menyokong wisata halal dengan bantuan pembuatan sertifikat halal bagi kalangan usaha kuliner skala kecil dan menengah. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di tempat yang sama mengatakan program Jabar Juara Lahir Batin untuk memberikan rasa aman. "Terutama ke konsumen yang mayoritas muslim," ujarnya.

    Menurut Uu Ruzhanul Ulum, kini baru 300 usaha kecil dan menengah yang mendapat sertifikat halal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya sudah menganggarkan Rp 300 juta ditambah dana CSR dari Bank Jabar Banten Rp 300 juta. "Supaya sertifikasinya gratis, tidak dibebankan ke pengusaha kecil," kata dia.

    Sertifikasi produk halal itu, menurut Ulum, bertujuan membuat konsumen tenang. Meski begitu, dia mengakui belum bisa banyak membantu usaha kecil dan menengah yang berminat mendapatkan bantuan sertifikasi halal gratis tersebut. "Peminat banyak tapi anggarannya terbatas," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.