Lokasi Kahiyang Ayu Pre-Wedding, Dijadikan Kampung Seni Baru

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto prewedding putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu bersama tunangannya, Bobby Nasution. Kahiyang akan menikah pada 8 November 2017 mendatang. Instagram.com

    Foto prewedding putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu bersama tunangannya, Bobby Nasution. Kahiyang akan menikah pada 8 November 2017 mendatang. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisata sejarah masih menjadi andalan Yogyakarta untuk memikatwisatawan. Sejumlah situs sejarah pun gencar direvitalisasi. Salah satunya situs Warungboto, yang terletak di perbatasan Kota Yogya-Kabupaten Bantul atau tepatnya di Jalan Veteran 77, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

    Warungboto di masa lampau menjadi pesanggarahan atau tempat peristirahatan keluarga keraton. Bahkan situs tersebut telah ada sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang memerintah sejak tahun 1755 – 1792.

    Namun situs yang diresmikan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta pada 23 Desember 2016 itu, baru mulai populer pada medio 2017 silam. Pasalnya, Warungbroto menjadi lokasi prewedding-nya putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Putri bersama calon suami Bobby Nasution.

    Nah, kini, setelah situs yang juga dikenal sebagai Pesanggrahan Rejowinangun itu mulai tertata dan sering dikunjungi wisatawan, pengelola kampung wisata Warungboto gencar menyiapkan program. Dengan tujuan, wisatawan tak sekadar menikmati situs tersebut tanpa mendapatkan pengalaman lain. 

    "Situs Warungboto masih menjadi ikon utama yang kami angkat, namun dilengkapi sejumlah paket wisata," ujar Ketua Kelompok Pengelola Wisata Kampung Warungboto Purnama kepada Tempo, Kamis 5 September 2019.

    Purnama mengatakan setidaknya sudah ada lima paket wisata di Kampung Warungbroto yang harganya amat terjangkau. Harga paketnya mulai Rp 75-250 ribu per orang.

    Dengan biaya tersebut, wisatawan menyambangi berbagai pusat kerajinan di Warungboto seperti pembuatan kap lampu, kain perca, kulit dan tempe. Disambung kulineran sego gule sapi/kuliner khas Warto, kuliner soto bumbung hingga gudeg pawon.

    "Wisatawan juga bisa ikut latihan gamelan dan melihat kerajinan suvenir daur ulang sampah," ujarnya. Purnama mengatakan agenda terdekat yang bisa dinikmati wisatawan di situs Warungboto adalah melukis bersama, pada Minggu pagi 8 September 2019.

    Acara melukis bersama ini menjadi rangkaian pameran seni yang diinisiasi yayasan InterArt Foundation Rumania, yang digelar OK Gallery Warungboto Yogyakarta 6-12 September 2019.

    Pameran seni bertajuk Cultural Impression di galeri yang berjarak 200 meter dari situs Warungboto, menghadirkan 100 karya dari 100 seniman lima benua, "Saat pameran seni dibuka (6/9), jaringan kesenian Warungboto juga akan menampilkan tarian gejog lesung, mengangkat tema ketahanan pangan di OK Gallery itu," ujar Purnama.

    Melibatkan banyak kelompok seniman merupakan streategi Warungboto menggaet wisatawan mancanegara, "Target kami memang dapat menjaring turis asing, melihat eksotisme di perkampungan," ujarnya.

    Seniman penyelenggara pameran Cultural Impression di OK Gallery Warungboto, Valentinus Rommy Iskandar mengatakan secara khusus, pameran seni tersebut memang membawa misi mengangkat potensi Kelurahan Warungboto yang memiliki situs sejarah sekaligus budaya.

    Situs Warungbroto merupakan peninggalan Hamengkubowono I dan popularitasnya meningkat sejak dipakai Kahiyang Ayu menggelar prewedding. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Sebab berbagai pameran seni yang kerap digelar di Kota Gudeg, hampir selalu mengundang minat warga dan wisatawan mancanegara, “Dengan adanya pameran seni ini, harapan kami turis manca berdatangan, melihat potensi Warungboto dan tertarik untuk mengeksplorasi kampung ini lalu ikut menyebarkannya," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?