Minggu, 22 September 2019

Delegasi UNESCO Santap Cerorot, Cara Makannya Dipencet di Bawah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delegasi UNESCO yang mengikuti The 6th Asia Pacific Geopark Network disuguhi kuliner tradisional Lombok bernama kue cerorot. TEMPO | Supriyantho Khafid

    Delegasi UNESCO yang mengikuti The 6th Asia Pacific Geopark Network disuguhi kuliner tradisional Lombok bernama kue cerorot. TEMPO | Supriyantho Khafid

    TEMPO.CO, Mataram - Delegasi UNESCO dari 30 negara menghadiri The 6th Asia Pacific Geopark Network atau APGN yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kedatangan mereka menjadi momentum bagi pemerintah NTB untuk mengenalkan potensi wisata alam, kesenian, budaya, sampai kuliner tradisional kepada wisatawan mancanegara.

    Di sela The 6th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) yang berlangsung sejak Sabtu sampai Jumat, 31 Agustus - 6 September 2019, pemerintah NTB menggelar karnaval budaya Lombok Sumbawa sepanjang 500 meter. Pawai yang berlangsung dari depan Islamic Center NTB hingga Kantor Wali Kota Mataram ini menghadirkan 10 tim kesenian dari kabupaten kota se-NTB. Masing-masing menampilkan kreativitas dan ragam budaya masing-masing.

    "Selamat datang dan selamat menyaksikan heritage carnival ini," kata Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah saat membuka karnaval, Minggu 1 September 2019. Sitti Rohmi mengenakan pakaian adat Sasak Baju Lambung berwarna hitam. Dia membuka karnaval dengan memukul Rebana Rea Samawa bersama para tamu undangan.

    Di antara para tamu, hadir Koordinator Asia Pacific Geopark Network, Prof. Dr. He Qingcheng; Wakil Koordinator APGN Setsuya Nakada; dan anggota APGN Advisory Committee Tan Vn Tran, serta delegasi dari berbagai negara. Sebelum acara berlangsung, mereka dipersilakan mencicipi berbagai kuliner tradisional Lombok, salah satunya cerorot.

    Kuliner tradisional Lombok bernama kue cerorot. TEMPO | Supriyantho Khafid

    Sebelum menyantap makanan itu, mereka diberi tahu bagaimana cara menikmati cerorot agar tidak belepotan di tangan dan lengket. Cerorot adalah salah satu kue tradisional suku Sasak di Pulau Lombok yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan santan kelapa. Kue berbentuk kerucut tersebut terbungkus janur dan dimasak dengan cara dikukus.

    Metode memakan cerorot cukup unik. Penyantap tidak disarankan melepas lilitan janur yang menjadi pembungkusnya. Musababnya, jika adonan cerorot menempel pada jari, maka akan terasa lengket dan justru sulit menikmatinya.

    Jadi, ambil kue cerorot dan pegang bagian bawah kecurutnya. Pencet perlahan di bawah, maka bagian atasnya akan terdorong dan siap digigit. Dengan begitu, kue cerorot lebih nikmat disantap dan tangan tetap bersih. "Ini enak," ucap para tamu setelah menikmati kue cerorot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe