Garut Kembangkan Wisata Arung Jeram di Sungai Cimanuk

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wisata arung jeram. ANTARA/Anis Efizudin

    Ilustrasi wisata arung jeram. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah desa di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai membangun fasilitas untuk menunjang objek wisata arung jeram Sungai Cimanuk. Kepala Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Sunarkawan mengatakan saat ini perangkat desa sedang membangun rest area dan shelter sederhana untuk menunjang wisata arung jeram.

    "Aliran sungai yang melintasi Desa Wanakerta serta sejumlah desa lainnya di Kecamatan Cibatu memiliki potensi wisata petualangan menyusuri sungai," kata Sunarkawan di Garut, Minggu 1 September 2019. Jika destinasi dan kegiatan wisata menyusuri sungai melalui arung jeram ini banyak peminat, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.


    Sejumlah wisatawan menikmati arung jeram di Sungai Cimanuk, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Dok. Foto Desa Wanakerta)

    Sebelum memutuskan mengembangkan wisata arung jeram di Sungai Cimanuk, Sunarkawan menjelaskan, pemerintah setempat melakukan kajian bersama tim profesional di bidang olah raga arung jeram dan arsitek. Hasil kajian mereka menyatakan Sungai Cimanuk yang melintas di Kecamatan Cibatu memiliki jalur yang menarik dan ada empat tingkatan untuk lintasan arung jeram.

    Objek wisata arung jeram di Kecamatan Cibatu ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes bersama masyarakat setempat. "Hampir semua kepala desa dan aparat dari kecamatan terlibat," katanya. Pengelola wisata arung jeram ini juga akan melibatkan para ahli sampai mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjajaran (Unpad) untuk mengawal dan memandu kegiatan arung jeram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.