Wisatawan Indonesia-India Bisa Saling Kunjung Karena Kuliner

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iga penyet pedas bagi penyuka pedas. Foto: Warung KPK

    Iga penyet pedas bagi penyuka pedas. Foto: Warung KPK

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuliner Indonesia dan India beberapa di antaranya dianggap memiliki kesamaan ihwal bumbu atau rempahnya. "Kami pernah mengirimkan chef ke India menawarkan makanan untuk menunjukkan selera Indonesia," kata Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Raden Sigit Witjaksono, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Belum lama ini para juru masak dari Indonesia mengunjungi New Delhi dalam peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan India. Saat itu dalam Indonesian Food Festival ada empat juru masak, dan satu orang asisten yang memasak untuk memperkenalkan kuliner nusantara di India.

    Sigit menjelaskan bahwa dalam Indonesian Food Festival dari beberapa makanan Nusantara yang disajikan, para juru masak juga menyuguhkan rawon. "Ternyata orang-orang di India menggemari rawon," ujarnya. Kuliner diharapkan memacu kunjungan wisatawan ke dua negara.

    Peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan India juga diadakan di Jakarta. Acara tersebut bertema 'A Day Long Extravaganza Showcasing Best of Indian Arts, Yoga, Culture, Culinary, Cinema and Fashion' yang diadakan di Mal Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Menurut Sigit, ajang peringatan yang diadakan di Jakarta menjadi momentum untuk saling memperkenalkan potensi pariwisata antara Indonesia dan India. "Kami harus bersedia mendorong orang Indonesia untuk mengunjungi destinasi di India. Karena, hubungan ini juga harus memberikan manfaat untuk dua negara," tuturnya.

    Penasihat Ekonomi Kementerian Pariwisata India Gyan Bhusan menganggap kemiripan kuliner Indonesia pun mengundang daya tarik. "Kesamaan makanan itu, India juga negara yang memiliki banyak rempah. Kami bisa meningkatkan kerja sama wisata kuliner," katanya. Ia menambahkan juga termasuk karakteristik makanan pedas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.